Juni 27, 2026
107272_484343

JAKARTA, bharindo.co.id Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kegiatan ziarah nasional dan tabur bunga secara serentak di lima lokasi berbeda pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan kepada para pahlawan dan tokoh bangsa yang telah berjasa dalam perjuangan serta pembangunan Indonesia.

Lima lokasi yang menjadi titik pelaksanaan ziarah dan tabur bunga meliputi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta perairan Teluk Jakarta.

Pelaksanaan ziarah nasional di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat utama Mabes Polri, Korps Brimob Polri, Pengurus Pusat Bhayangkari, serta pegawai negeri pada Polri.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, dan peletakan karangan bunga di monumen utama TMPN Kalibata oleh Wakapolri. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara.

Selain di TMPN Kalibata, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta di perairan Teluk Jakarta. Tradisi ziarah dan tabur bunga ini menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang setiap tahunnya dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu serta refleksi atas nilai-nilai pengabdian yang diwariskan kepada generasi penerus.

Secara keseluruhan, pelaksanaan ziarah nasional dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 melibatkan sebanyak 1.037 personel yang tersebar di berbagai lokasi kegiatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kegiatan ziarah nasional dan tabur bunga memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara.

“Ziarah nasional dan tabur bunga ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani nilai-nilai perjuangan mereka, dan meneguhkan komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, semangat patriotisme, nasionalisme, serta pengorbanan yang telah ditunjukkan para pahlawan harus senantiasa menjadi landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Memasuki delapan dekade pengabdian kepada bangsa, Polri berkomitmen untuk terus melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusional semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat dedikasi, integritas, serta tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ziarah nasional dan tabur bunga ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *