Categories: INTERNASIONAL

Sejarah Hari Kebebasan Pers Dunia Diawali Jurnalis Afrika

Bharindo Jakarta,- Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) 2024, peringatan tentang pentingnya kebebasan berekspresi dalam jurnalisme. Mengutip laman National Today, Hari Kebebasan Pers Dunia berawal pada tahun 1991.

Simak sejarah Hari Kebebasan Pers Dunia  di dalam artikel ini, yang patut kalian ketahui. Awal mulanya, terdapat sekelompok jurnalis Afrika mengajukan banding di konferensi UNESCO yang diadakan di ibu kota Namibia, Windhoek.

Para jurnalis Afrika menciptakan ‘Deklarasi Windhoek’ dalam bentuk dokumen. Dokumen tersebut, dimaksudkan untuk meletakkan dasar bagi pers yang bebas, independen, dan pluralis.

Kemudian, pada tahun 1993, sesi ke-26 Konferensi Umum UNESCO menanggapi seruan para penandatangan Deklarasi Windhoek. Lalu, mendirikan Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Sedangkan, menurut situs PBB, Hari Kebebasan Pers Sedunia diproklamasikan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 1993. Hal itu, mengikuti rekomendasi Konferensi Umum UNESCO.

Selanjutnya, ditetapkanlah setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Prinsip utama yang dikembangkan oleh UNESCO untuk Hari Kebebasan Pers Sedunia adalah kebebasan pers dan berekspresi.

Yaitu, untuk memungkinkan komunikasi berdasarkan saling pengertian. Yang merupakan satu-satunya cara untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan dalam masyarakat.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024

Para awak media di seluruh negara, pada hari ini Jumat (3/5/2024), memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day). Tahun 2024 ini, Hari Kebasan Pers Dunia bertemakan Press for The Planet: Journalism in the face of the Environmental Crisis.

Jika diartikan ke bahasa Indonesia, tema itu yakni ‘Pers untuk Planet: Jurnalisme Dalam Menghadapi Krisis Lingkungan’. Pada tanggal 2-4 Mei 2024, Chili dan UNESCO menjadi tuan rumah Konferensi Hari Kebebasan Pers Sedunia ke-31.

Konferensi global pers tersebut, tepatnya dilaksanakan di Centro Cultural Gabriela Mistral, Santigo, Chili. Dalam pembasan pertemuan itu, dikabarkan akan membahas isu krisis lingkungan dan kebebasan pers yang seutuhnya. (Ils78***)

adminbharindo

Recent Posts

Polisi Amankan Terduga Penjual Obat Keras Tertentu di Malangbong, Ratusan Butir Obat Disita

GARUT, bharindo.co.id — Unit Reskrim Polsek Malangbong Polres Garut mengamankan seorang pria yang diduga menjual…

1 hari ago

Sambut HUT TNI ke-81 Dan HUT ke 76 Kodam IV/Dip, Kodim 0707/Wonosobo Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tieng

Wonosobo, bharindo.co.id – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Kodim 0707/Wonosobo dengan menyalurkan bantuan…

1 hari ago

Pendaftaran Ditutup Hari Ini, 5 Bakal Calon Hukum Tua Tontalete Rok-rok Siap Bertarung, 2 Srikandi vs 3 Laki-Laki

Minut, bharindoi.co.id - Detik-detik akhir penutupan pendaftaran Bakal Calon Hukum Tua Desa Tontalete Rok-rok berlangsung…

1 hari ago

Bhabinkamtibmas Polsek Sumarorong Amankan Pengurapan Vikaris di Pasapa Mambu, Warga Diimbau Waspada Karhutla

MAMASA, Bharindo.co.id – Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali diwujudkan Bhabinkamtibmas Desa Pasapa Mambu, Kecamatan…

1 hari ago

Ditreskrimsus Polda Sulbar Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Desa Lampoko, Kerugian Negara Capai Rp746,34 Juta

POLMAN, Bharindo.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat menuntaskan penyidikan perkara dugaan…

1 hari ago

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Ditlantas Polda Sulbar Padukan Doa, Layanan Kesehatan dan Aksi Donor Darah

MAMUJU, Bharindo.co.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korps Lalu Lintas Bhayangkara, Direktorat Lalu…

1 hari ago