GARUT, BHARINDO.CO.ID — Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H. Tidak sekadar memberikan dukungan moril, Kapolres Garut juga menawarkan kesempatan kerja kepada para korban selamat insiden Kapal Virgo serta anggota keluarga korban yang meninggal dunia maupun yang hingga kini belum ditemukan.

Kepedulian tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama tujuh warga asal Kabupaten Garut yang terdampak insiden Kapal Virgo. Pertemuan berlangsung di Mapolres Garut, Jumat (30/10/2026), dengan dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Garut.
Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian Polri terhadap kondisi para korban dan keluarga yang harus menghadapi dampak musibah, baik secara psikologis maupun ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, lima korban selamat yang hadir diketahui bernama Fauzan Mujrihadin, Ahmad Akmal Naufal, Gangan Sugandi, Rehan Muhammad F., dan Muhammad Fatir.
Kelima warga tersebut berasal dari wilayah Kampung Panyingkiran, Desa Situsauer, Kabupaten Garut. Sementara dua orang lainnya merupakan anggota keluarga korban yang meninggal dunia dan korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kapolres Garut memberikan perhatian kepada seluruh pihak terdampak, termasuk keluarga yang masih menghadapi ketidakpastian akibat belum ditemukannya anggota keluarga mereka.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam silaturahmi tersebut adalah tawaran kesempatan pekerjaan bagi para korban selamat maupun anggota keluarga korban.
Kesempatan itu diharapkan dapat membantu mereka kembali menata kehidupan, memperoleh penghasilan, serta memenuhi kebutuhan keluarga setelah mengalami musibah.
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menyampaikan bahwa kepolisian ingin memastikan para korban dan keluarganya tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami para korban Kapal Virgo beserta keluarganya. Kami ingin mereka mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi yang sulit ini. Selain menawarkan kesempatan pekerjaan kepada saudara-saudara kita yang selamat, kami juga memberikan kesempatan serupa kepada keluarga korban yang belum ditemukan maupun korban yang meninggal dunia. Harapannya, kesempatan ini dapat membantu mereka melanjutkan kehidupan dan menjadi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” ujar Kapolres Garut.
Kapolres juga berharap para korban dapat terus menjaga semangat, memulihkan kondisi, dan secara bertahap kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bagian dari upaya membangun hubungan kepolisian yang humanis dan dekat dengan warga.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Garut menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan dukungan kemanusiaan.

Tawaran kesempatan kerja tersebut diharapkan menjadi awal yang positif bagi para korban dan keluarga untuk kembali membangun harapan serta melanjutkan kehidupan setelah melewati masa sulit. (bdts***)
