April 17, 2026
WhatsApp Image 2026-04-14 at 18.51.14

Minut, bharindo.co.id — Sebuah truk pengangkut jaring ikan anjlok setelah lantai dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kema, Minahasa Utara, ambrol pada Selasa pagi, 14 April 2026. Dermaga yang menjadi pusat bongkar muat hasil tangkapan nelayan itu diketahui sudah lama mengalami kerusakan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WITA saat truk dengan DB 8476 CG muatan jaring ikan hendak keluar dermaga usai bongkar muat. Tiba-tiba bagian lantai kayu yang lapuk tidak kuat menahan beban dan jebol. Roda belakang truk langsung terperosok ke dalam lubang hingga separuh badan kendaraan hampir tercebur ke laut.
Beruntung sopir berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar kabin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sebagian muatan tumpah ke dermaga dan badan truk baru berhasil dievakuasi pukul 13.00 WITA menggunakan bantuan alat sederhana

Pantauan Awak media di lokasi, kondisi dermaga TPI Kema memang memprihatinkan. Beberapa papan lantai terlihat rapuh, tiang penyangga keropos, dan retakan menganga di sejumlah titik dan terdapat lobang yang besar. Nelayan mengaku sudah beberapa kali melaporkan kondisi ini ke pengelola pelabuhan.

Marthen (47), sopir truk yang mengalami kejadian tersebut, mengaku trauma.
“Saya sudah curiga karena pas lewat ada bunyi ‘krek’. Belum sempat mundur, lantai langsung ambrol. Saya refleks buka pintu dan loncat. Alhamdulillah selamat,” ujarnya dengan napas masih tersengal.

“Ini dermaga tempat kami cari makan. Kalau rusak begini, kami takut truk rusak, kami yang rugi. Tolong cepat diperbaiki, Pak. Jangan tunggu ada yang korban,” tambah Marthen penuh harap

Petugas DKP Dermaga TPI Kema Hasan Lambaru
Menanggapi kejadian ini, pihaknya langsung turun ke lokasi.

“Tim kami sudah terjun ke lokasi untuk asesmen kerusakan. Sementara dermaga.Dan sudah kami laporkan ke pimpinan terkait kejadian ini, Penyebab utama adalah konstruksi yang sudah tua dan beban berlebih,” jelas Hasan

Ia menambahkan, telah mengusulkan perbaikan kepada DKP Propinsi untuk rehabilitasi menyeluruh. “Kami paham ini urat nadi nelayan. Perbaikan dermaga ini segera dikebut agar bongkar muat dan aktivitas lainnya bisa berjalan dengan baik. Dan untuk bongkar muat dialihkan sementara ke sisi dermaga yang masih layak,” tegasnya.

Nelayan dan pedagang ikan di TPI Kema berharap pemerintah tidak menunda perbaikan.

“Kami minta dermaga dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih kuat,Sudah puluhan tahun kami pakai dermaga ini, dan kejadian kecelakaan ini bukan hanya kali ini saja dan ada seorang ibu dan anaknya jatuh ke dalam lobang ini,untung saja tidak tercebur ke dalam laut serta tidak kena besi rangka dermaga ini.,kata salah satu nelayan

Kami masyarakat nelayan, pedagang ikan, dan warga sekitar TPI berharap agar dermaga yang rusak ini bisa segera diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.
Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak. Dermaga ini adalah sumber hidup kami sehari-hari. Kalau dermaga lumpuh, dapur kami juga ikut padam.
Kami juga berharap pemerintah terkait agar rutin mengecek kondisi fasilitas TPI, tidak hanya saat sudah rusak parah. Libatkan kami dalam pengawasan, karena kami yang tiap hari berada di sini.Semoga kejadian truk anjlok ini jadi yang terakhir. Kami ingin bekerja dengan tenang, pulang dengan selamat, dan keluarga di rumah tidak was-was.
Dermaga boleh tua, tapi perhatian jangan sampai telat.ungkap salah seorang warga lainnya

Insiden truk anjlok di TPI Kema menjadi alarm keras soal rapuhnya infrastruktur perikanan rakyat. Dermaga bukan sekadar beton dan kayu, melainkan penyambung hidup nelayan hingga ke meja makan masyarakat. Perbaikan cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan adalah harga mati agar tragedi serupa tidak terulang.

(edss***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *