Juni 2, 2026
img-20260602-wa0008_230307

Jeddah, bharindo.co.id – Menjelang berakhirnya rangkaian penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Satgas Haji terus memperkuat upaya perlindungan terhadap jemaah Indonesia melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam pertemuan antara Wakapolri Dedi Prasetyo dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz International Airport, Senin (1/6/2026). Pertemuan tersebut membahas tata kelola penyelenggaraan ibadah haji serta penguatan kerja sama dalam mendukung pelayanan dan perlindungan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Delegasi PSS Arab Saudi dipimpin Kepala Biro Kerja Sama Internasional Brigjen Muhammad Al Qohtoni bersama jajaran. Sementara dari pihak Indonesia turut hadir Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko, Atase Polri pada KBRI Riyadh Kombes Bambang Yudhantara Salamun, serta personel pendukung lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi dan jajaran PSS atas dukungan, pelayanan, serta pengamanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, sinergi yang baik antara kedua negara telah membantu jemaah Indonesia menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk.

Wakapolri juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman dan memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah.

Dalam diskusi tersebut, Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama yang selama ini telah terjalin, terutama dalam aspek pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji.

Penguatan kerja sama itu meliputi peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola dan sistem pengamanan penyelenggaraan ibadah haji. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan jemaah Indonesia sejak proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

Selain membahas pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kedua pihak juga bertukar pengalaman terkait pengelolaan keamanan dan pelayanan jutaan jemaah dari berbagai negara. Pengalaman Arab Saudi dalam mengelola penyelenggaraan haji berbasis teknologi modern dinilai dapat menjadi referensi penting bagi peningkatan tata kelola kegiatan berskala besar di Indonesia.

Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi, Brigjen Muhammad Al Qohtoni, menyampaikan apresiasi atas hubungan yang selama ini terjalin dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dan menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung pelayanan jemaah.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 guna meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, serta perlindungan jemaah pada masa mendatang.

Berdasarkan data Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Tahun 2026 hingga 29 Mei 2026, tercatat telah ditangani 29 laporan polisi dan 30 laporan informasi dengan total 26 tersangka. Dari kasus-kasus tersebut, jumlah korban mencapai 550 orang dengan total kerugian masyarakat sebesar Rp21,7 miliar.

Penanganan perkara tersebut merupakan hasil sinergi antara Dittipidter Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di berbagai wilayah Indonesia. Selain penegakan hukum, Satgas Haji juga aktif melakukan langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, pengawasan keberangkatan jemaah, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mencegah praktik haji nonprosedural dan berbagai modus penipuan berkedok perjalanan ibadah.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan jemaah Indonesia di masa depan.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan sistem perlindungan yang semakin kuat, adaptif, dan terintegrasi. Oleh karena itu, penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, pemerintah Indonesia, dan otoritas Arab Saudi menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

“Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus meningkat pada masa mendatang,” ujar Kadiv Humas Polri.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak demi terwujudnya pelayanan haji yang semakin aman, nyaman, dan profesional bagi masyarakat Indonesia. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *