JAKARTA, bharindo.co.id – Komitmen Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam mengakselerasi reformasi dan transformasi institusi Polri kembali mendapat pengakuan dari kalangan akademisi. Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menganugerahkan penghargaan “The Visionary Leader of National Security” sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan visionernya dalam membangun Polri yang profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof. H. Gunarto, S.H., M.H., saat audiensi di Ruang Rapat Wakapolri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/7).
Dalam pertemuan tersebut, Wakapolri didampingi Kasatgas Pusat Studi Kepolisian Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., Sekretaris Percepatan Reformasi Polri Irjen Pol. Kristiono, S.I.K., M.Si., serta Direktur PPA-PPO Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, M.Si. Turut hadir Rektor Unissula beserta jajaran akademisi dalam rangka memperkuat sinergi strategis antara Polri dan perguruan tinggi.
Rektor Unissula, Prof. Gunarto, menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian akademik terhadap berbagai langkah pembaruan yang sedang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Wakapolri.
Menurutnya, transformasi pendidikan kepolisian, penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan scientific policing, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian (UNIPOL), hingga pembentukan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama puluhan perguruan tinggi merupakan langkah visioner yang akan memperkuat sistem keamanan nasional.
“Keamanan nasional harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Apa yang dilakukan Bapak Wakapolri merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya Polri yang semakin profesional, adaptif, humanis, serta mampu menjawab dinamika keamanan global,” ujar Prof. Gunarto.
Di bawah koordinasi Wakapolri pada bidang pembinaan organisasi, Polri saat ini terus mengakselerasi sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sespim Polri, pengembangan Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian sebagai pusat implementasi scientific policing, transformasi STIK-PTIK menjadi Universitas Kepolisian (UNIPOL), pembentukan Pusat Studi Kepolisian bersama 77 perguruan tinggi di Indonesia, reformasi kurikulum pendidikan kepolisian yang berorientasi pada hak asasi manusia, kepemimpinan, dan pelayanan publik, hingga peningkatan kompetensi penyidik melalui program sertifikasi nasional.
Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk penanganan kejahatan siber, perlindungan perempuan dan anak, pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta peningkatan kualitas pelayanan kepolisian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menerima penghargaan tersebut, Wakapolri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Fakultas Hukum Unissula. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi seluruh jajaran Polri yang terus bekerja melakukan reformasi institusi secara berkelanjutan.
“Transformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi agar setiap kebijakan, sistem pendidikan, dan penegakan hukum semakin berbasis riset, ilmu pengetahuan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi akademik menjadi bagian penting dalam membangun Polri yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Unissula juga mengundang Wakapolri untuk menjadi keynote speaker pada Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akan digelar pada 30 Juli 2026. Seminar tersebut akan menghadirkan delegasi dari 18 negara di lima benua guna membahas strategi penanganan kejahatan transnasional.
Wakapolri menyambut positif undangan tersebut dan menegaskan bahwa kerja sama internasional maupun kolaborasi dengan dunia akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas Polri menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang semakin kompleks dan lintas negara.

Audiensi ini menjadi bukti semakin eratnya hubungan strategis antara Polri dan Unissula, tidak hanya dalam pengembangan ilmu kepolisian, tetapi juga dalam membangun kebijakan berbasis riset yang mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.(ils78***)
