Juni 14, 2026
WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.11.18 (1)

TULUNGAGUNG, bharindo.co.id – Guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika, Yayasan Gusti Maringi Mukti (YGM) menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung untuk menggelar sosialisasi bahaya narkoba sekaligus tes urine bagi para relawan. Kegiatan ini dilaksanakan di SPPG Makan Gizi Gratis Bago 4, Jalan A. Yani Timur Gg. 03/57, pada Sabtu (13/06/2026) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

​Kepala Dapur SPPG Makan Gizi Gratis Bago 4, Rafi Febrian Trinugroho, menyampaikan apresiasi yang mendalam dan terima kasih kepada pihak BNNK Tulungagung atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin dengan baik dalam mengedukasi para pekerja sosial di lingkungan SPPG.
​Fokus Kegiatan Positif dan Deteksi Dini

​Dalam kesempatan tersebut, Rafi Febrian Trinugroho memberikan pesan yang kuat, khususnya kepada para relawan muda yang mendominasi pergerakan program sosial ini. Ia mengingatkan pentingnya membentengi diri dari pengaruh negatif eksternal.

​”Saya berpesan kepada seluruh relawan, khususnya anak-anak muda, jangan sampai kalah oleh pilihan atau golongan. Fokuslah pada kegiatan yang positif, sayangi diri sendiri, dan sayangi keluarga,” ujar Rafi tegas.
​Ia juga berharap langkah preventif yang diambil oleh SPPG Bago 4 ini dapat menjadi pemantik bagi satuan pelayanan gizi lainnya untuk melakukan langkah serupa.

​”Semoga kegiatan positif, antisipasi protektif, dan deteksi dini tentang bahaya narkoba ini bisa dicontoh oleh SPPG yang lain,” pungkasnya.

​Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan Clean Area (Kawasan Bersih Narkoba), kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pemaparan materi sosialisasi. BNNK Tulungagung juga langsung melakukan pemeriksaan dan skrining melalui tes urine kepada seluruh personel yang bertugas.

​Berdasarkan data pemeriksaan medis di lapangan, sebanyak 20 relawan SPPG Bago 4 mengikuti tes urine tersebut. Hasilnya, seluruh relawan dinyatakan 100% negatif dan bersih dari indikasi penyalahgunaan narkotika.


​Langkah preventif yang diinisiasi oleh Yayasan Gusti Maringi Mukti (YGM) ini menegaskan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat harus didukung oleh lingkungan kerja dan para pelaku sejarahnya yang memiliki integritas, kesehatan fisik, serta mental yang prima tanpa kontaminasi narkoba. (ahfs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *