71 Taruni Akpol Turun Gunung! Polri Cetak Generasi Berkarakter Lewat Sekolah Rakyat, Perundungan dan Krisis Moral Jadi Sasaran Utama
JAKARTA, bharindo.co.id – Di balik pengabdian lebih dari 1.000 Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, terdapat sosok 71 Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang turut menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. Bersama 372 Taruna Akpol yang diterjunkan Polri ke 73 Sekolah Rakyat di 29 Subsatuan Taruna (Subsattar), para taruni hadir bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi menjadi teladan, kakak asuh, sekaligus inspirasi bagi para siswa.

Program Taruna Bhakti yang merupakan kolaborasi Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian ini dilaksanakan pada 1–5 Agustus 2026, bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui program tersebut, para taruna membimbing siswa baru untuk mengenal kehidupan berasrama, menanamkan disiplin, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta membangun karakter yang mandiri dan bertanggung jawab.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran para Taruni Akpol merupakan implementasi nyata arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang meminta seluruh taruna menjadi role model sekaligus kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat.
“Pesan Bapak Menteri Sosial sangat jelas, para taruna harus menjadi teladan yang membimbing dengan empati dan keteladanan. Polri menerjemahkan arahan tersebut melalui kehadiran 372 Taruna Akpol, termasuk 71 Taruni Akpol yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI. Kehadiran para taruni semakin memperkaya proses pendampingan karena membawa nilai kepemimpinan, kepedulian, komunikasi yang hangat, serta semangat pengabdian yang dapat menginspirasi seluruh siswa,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Menurutnya, para Taruni Akpol telah ditempa melalui pendidikan yang disiplin dan kehidupan berasrama sebagai calon perwira Polri. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai tanggung jawab sejak hari pertama mereka memasuki Sekolah Rakyat.
Selama lima hari pendampingan, para Taruna dan Taruni Akpol bersama Taruna Akademi TNI berperan sebagai mentor dan kakak asuh. Mereka membimbing siswa melalui berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan tata tertib sekolah, pembiasaan bangun pagi, manajemen waktu, menjaga kebersihan, penataan kamar, latihan baris-berbaris, kepemimpinan, gotong royong, wawasan kebangsaan, kepramukaan, pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, hingga memberikan motivasi agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran 71 Taruni Akpol juga memperkuat pendekatan yang lebih humanis dan inklusif dalam proses pendampingan. Bersama para taruna lainnya, mereka memastikan seluruh siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati, sejalan dengan arahan Menteri Sosial agar Program Taruna Bhakti bebas dari praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.
“Yang kami bangun bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Taruni Akpol bersama Taruna Akpol lainnya hadir sebagai kakak yang menginspirasi, membimbing, dan mendengarkan. Kami ingin setiap siswa merasakan bahwa mereka didampingi untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk menggapai cita-cita. Itulah makna pengabdian Polri melalui Program Taruna Bhakti,” tegas Brigjen Pol. Trunoyudo.
Dalam pelaksanaan Program Taruna Bhakti 2026, Polri mengerahkan 372 Taruna Akpol yang didukung 110 personel pendamping (Paping) terdiri dari 23 Perwira Menengah, 77 Perwira Pertama, dan 10 Bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 personel. Seluruh kekuatan tersebut menjadi bagian dari sinergi nasional bersama lebih dari 1.000 Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat sebagai investasi pembangunan karakter menuju Indonesia Emas 2045.

Di tengah maraknya kasus perundungan, kekerasan di lingkungan pendidikan, serta menurunnya nilai disiplin dan kepedulian sosial, kehadiran Taruna dan Taruni Akpol di Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata membangun benteng karakter generasi muda. Keteladanan, empati, dan kepemimpinan yang mereka hadirkan bukan hanya membentuk siswa yang disiplin, tetapi juga menanamkan nilai integritas dan semangat pengabdian. Program ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga berperan aktif dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh, humanis, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (azs***)
