Agustus 9, 2026
image - 2026-08-06T112817.505

JAKARTA, bharindo.co.id – Komitmen Polri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia kembali dibuktikan. Sebanyak 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan ke 73 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Taruna Bhakti 2026, sebagai bagian dari kolaborasi bersama Taruna Akademi TNI untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan generasi muda sejak dini.

Program yang digagas pemerintah ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan sosial seperti perundungan, kekerasan, intoleransi, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol bukan sekadar mendampingi siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Sebagaimana arahan Bapak Menteri Sosial, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Selasa (4/8/2026).

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, menekankan agar para taruna menjadi teladan sekaligus pendamping yang humanis bagi para siswa.

Mensos menegaskan bahwa pengalaman hidup berasrama yang dimiliki para taruna harus menjadi bekal untuk membimbing siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta membiasakan hidup disiplin. Ia juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.

Sebagai implementasi program tersebut, Polri menempatkan 372 Taruna Akpol yang tergabung dalam 29 Subsatuan Taruna (Subsattar) di 73 Sekolah Rakyat. Kegiatan ini juga diperkuat oleh 110 personel pendamping (Paping) yang terdiri dari 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 Bintara, sehingga total keterlibatan personel Polri mencapai 482 orang.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI membimbing siswa melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter, mulai dari pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi, manajemen waktu, menjaga kebersihan, latihan baris-berbaris, kepemimpinan, gotong royong, wawasan kebangsaan, bela negara, kepramukaan, pembinaan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak, sehingga tujuan utama program tidak hanya membangun kedisiplinan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

“Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan. Mereka berbagi pengalaman hidup berasrama, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar setiap anak memiliki keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Taruna Akpol juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon perwira Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sejak masih menjalani pendidikan.

“Melalui pengabdian ini, Taruna Akpol belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon pemimpin Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat,” tutupnya.

Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, Akademi Kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran para taruna diharapkan tidak hanya memperkuat keberhasilan Program Sekolah Rakyat, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, cinta tanah air, dan siap menjadi pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *