September 10, 2026
be242b3c-11fe-4b57-8dd1-244832bc5f39_53364

Yahukimo, bharindo.co.id – Kontak tembak antara aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pecah di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (15/4/2026).

Insiden bermula saat tim gabungan yang terdiri dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melaksanakan patroli rutin di ruas Jalan Trans Papua. Saat melintas, aparat tiba-tiba mendapat serangan tembakan dari arah kelompok KKB yang mengenai kendaraan taktis milik personel.

Merespons serangan tersebut, aparat langsung melakukan tembakan balasan. Situasi sempat memanas ketika kelompok bersenjata kembali melepaskan tembakan dari dua arah, yakni sisi kanan dan kiri jalan. Tim gabungan kembali merespons secara terukur, sementara dari arah hutan terdengar teriakan yang mengindikasikan keberadaan kelompok tersebut.

Di lokasi kejadian, aparat juga menemukan adanya pemalangan jalan menggunakan pepohonan yang sempat menghambat akses menuju Kampung Samboga. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terdeteksi satu anggota KKB bersenjata berada di sekitar lokasi saat insiden berlangsung.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, tim gabungan melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sepatu taktis, alat pengisi amunisi (stripper clip), sangkur, pakaian, telepon genggam, tas noken, hingga perlengkapan lainnya.

Meski sempat terjadi baku tembak, tidak terdapat korban jiwa dari kedua belah pihak. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi aman dan tetap siaga melanjutkan tugas pengamanan di wilayah tersebut.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo diduga telah merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Dekai usai melaksanakan ritual adat pada 11 April 2026. Patroli yang dilakukan aparat merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas patroli serta penegakan hukum secara terukur guna menjaga stabilitas keamanan.

“Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kelompok bersenjata serta melindungi masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli intensif dan tindakan tegas yang terukur terhadap setiap gangguan keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan bahwa pendekatan profesional dan terukur tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif, serta memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” jelasnya.

Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi kepada aparat, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan akan terus melakukan patroli dan langkah penindakan terukur guna mencegah kelompok bersenjata kembali melakukan aksi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *