September 10, 2026
ac0120b0-5edb-40a4-8f04-3c9375bed59e_801217

SUKABUMI, bharindo.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Kapolri, keberagaman suku, budaya serta kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Persatuan menjadi kunci agar seluruh potensi tersebut dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk terus berkembang dan menuju negara maju.

“Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” ujar Kapolri.

Kapolri mengingatkan generasi muda bahwa nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya menjadi hafalan atau sekadar diucapkan.

Nilai tersebut harus dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda memiliki karakter serta semangat kebangsaan yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan telah mengambil posisi wasathiyah dan konsisten menjaga komitmen terhadap NKRI.

Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Menurut Kapolri, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa melalui karya dan kontribusi nyata.

Untuk itu, generasi muda perlu dipersiapkan dengan pengetahuan, karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama.

Kapolri menilai Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat untuk mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa.

Melalui kegiatan Pramuka, generasi muda dibiasakan untuk disiplin, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu serta memiliki berbagai keterampilan yang dapat diterapkan ketika berada di tengah masyarakat.

Kapolri bahkan mengenang pengalamannya mengikuti Gerakan Pramuka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Kapolri menilai kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda.

Kapolri juga menyoroti momentum bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif dibandingkan usia nonproduktif menjadi peluang besar bagi Indonesia. Namun, momentum tersebut harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja keras.

“Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

Kapolri menyebut pemerintah terus membuka ruang peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program LPDP.

Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi pemimpin masa depan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Kapolri meminta generasi muda menggunakan kemajuan teknologi secara bijak.

Kemudahan memperoleh informasi melalui smartphone, mesin pencari, media sosial dan berbagai teknologi baru harus dimanfaatkan untuk belajar, meningkatkan kemampuan dan menghasilkan karya positif.

Sebaliknya, generasi muda diminta menjauhi berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan, termasuk narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, tindak kejahatan serta pengaruh dan penyebaran paham negatif melalui media sosial.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Kapolri.

Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat serta pengamanan pada momentum hari besar dan kegiatan masyarakat.

Kapolri juga mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan melalui Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat bagi generasi muda.

Polri, kata dia, akan terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, menghadapi berbagai tantangan serta meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 tersebut diikuti sebanyak 5.499 peserta, yang terdiri dari 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus dan unsur keluarga besar PUI.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda dan menumbuhkan semangat pengabdian dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin Indonesia di masa mendatang. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *