Manado, bharindo.co.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah laut antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis pagi (02/04/2026), memicu peringatan dini tsunami dan meningkatkan kewaspadaan di kawasan pesisir.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada pukul 05:48:16 WIB di koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT dengan kedalaman 62 kilometer. Lokasi episentrum berada di laut, sehingga berpotensi menimbulkan gelombang tsunami di wilayah terdampak.
Menyikapi situasi tersebut, Polda Sulawesi Utara melalui Plh Kabid Humas, AKBP Peter Gosal, langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang garis pantai, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir agar tetap tenang namun waspada. Segera ikuti arahan evakuasi dari petugas di lapangan dan jauhi area pantai hingga ada pernyataan resmi bahwa situasi telah aman,” tegasnya.
Warga diminta untuk segera menuju titik aman atau dataran tinggi sesuai jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Langkah cepat ini dinilai krusial untuk meminimalisir risiko terhadap keselamatan jiwa.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. “Pastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi seperti BMKG, BNPB, dan Polri,” lanjut AKBP Peter Gosal.
Dalam upaya pengamanan, jajaran Polres dan Polsek di wilayah pesisir telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, pemantauan situasi, serta menjaga ketertiban masyarakat. Patroli keamanan pun ditingkatkan guna memastikan kondisi tetap kondusif.
Polda Sulawesi Utara juga terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi secara real time.
“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama menjaga situasi tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Situasi hingga saat ini masih dalam pemantauan otoritas terkait, sementara masyarakat diimbau tetap siaga dan mengikuti setiap perkembangan informasi resmi. (eds***)