Pamekasan, bharindo.co.id – Lutfy Wijaya, sosok seniman dangdut yang berasal dari Desa Prebun, Kabupaten Pamekasan, Madura, telah dikenal luas di seantero Jawa Timur di blantika orkes Melayu maupun dunia dangdut tanah air. Sabtu, ( 29/8/2026 )
Ia mulai menapaki kariernya di dunia hiburan sejak tahun 1988 ketika masih berusia muda, berangkat dari peran sebagai vokalis yang kemudian mengukuhkan namanya di panggung hiburan.
Sejak tahun 1990, saat berusia 20 tahun, Lutfy Wijaya semakin serius dan mendalami dunia seni suara, hingga kini dipandang sebagai senior yang disegani di kalangan sesama pelaku seni.
Penampilannya di atas panggung selalu berwibawa, lugas, cerdas, dan penuh dinamika, ditunjang dengan kualitas suara yang khas dan memikat hati setiap penonton yang hadir.
Meski telah menjadi nama besar, ia tetap dikenal sebagai sosok yang ikhlas dan rendah hati dalam memberikan ilmu serta pengalaman yang dimilikinya kepada generasi penerus seni dangdut.
Dalam sebuah perbincangan santai sembari menikmati kopi, Lutfy menyampaikan dengan keyakinan bahwa jika bicara soal kemampuan menyanyi se-Madura, ia tak kalah oleh siapa pun.
Tak hanya berkarya di bidang tarik suara, Lutfy Wijaya juga mendirikan dan memimpin sebuah komunitas bernama KOPAS atau Komunitas Pandu Siar yang berkedudukan di Pamekasan.
Lutfy juga mengatakan bahwa komunitas tersebut terdiri dari tujuh orang anggota yang berperan sebagai pembawa acara atau MC, yang seluruhnya berkiblat dan berguru kepadanya.ujarnya.
Para anggota komunitas itu pun dengan hormat memanggilnya “Guru Besar”, sebagai bentuk penghormatan atas ilmu dan bimbingan yang telah ia berikan selama ini.
Lutfy Wijaya berharap, semangat dan dedikasinya dapat menjadi teladan bagi generasi muda agar terus melestarikan dan mengembangkan seni dangdut, khususnya di tanah Madura hingga ke seluruh Jawa Timur.imbuhnya.
(nmws***)
