Jombang, bharindo.co.id – Muktamar NU masih berlangsung hingga hari ini.Agenda pemilihan pengurus belum dimulai, tetapi dinamika dan “cerita” di sekitar pelaksanaan Muktamar sudah 1001 macam.

Salah satunya adalah persoalan akomodasi para peninjau dari tiap daerah. Kondisi tempat menginap antara peserta dan peninjau sangat beragam.
Ada PC yang mampu memfasilitasi peninjau nya menginap di area lokasi Muktamar. Namun ada juga PC yang peninjau nya harus mencari tempat sendiri di luar arena. PCNU Bitung termasuk di dalamnya.
Walaupun peninjau PC Bitung tidak mendapatkan tempat menginap di lokasi Muktamar, Alhamdulillah 2 orang peninjau yaitu H. Ramlan Ifran dan Ka’Duko masih mendapatkan keberuntungan. Keduanya bisa bergabung menginap bersama rombongan peninjau dari PCNU Manado.
Sementara peninjau PC Bitung lainnya harus berjuang mandiri dengan menginap di hotel-hotel di sekitar lokasi arena Muktamar.
Namun jarak dan tempat yang berbeda tidak memisahkan semangat kebersamaan. Yang tetap terasa hangat adalah *Ketua KH.Narto Pakaya, S.Ag.,M.Pd. dan Sekretaris Tanfidziyah PCNU Bitung H.Komarudin Kiay yang selalu menyempatkan diri bergabung dengan para peninjau di waktu lowong. Kebersamaan itu diisi dengan berjalan keliling Arena Muktamar sambil berbagi cerita, pantauan, dan doa agar Muktamar berjalan lancar.
Saat ini Muktamar diperkirakan tinggal 1-2 hari lagi. Sebagian peninjau sudah harus kembali lebih dulu karena tuntutan tugas. Sebagian lainnya masih bertahan untuk melaksanakan peninjauan, pengamatan dan monitoring sampai Muktamar ditutup.
Semangat Kebersamaan Peninjau PC Bitung
Salah satu peninjau dari PC Bitung, H. Yusuf Sultan menyampaikan pesan kebersamaan.
“Insya Allah, saya masih di Jombang sampai selesai Muktamar. Nanti akan ada laporan khusus kepada teman-teman saat ketemu di Bitung. Semoga PC Bitung tetap solid untuk tugas-tugas ke-NU-an ke depan. Jayalah Indonesiaku, Jayalah Bangsaku, Jayalah NU ku” 🤝🤝🙏

Semangat pengorbanan dan kekompakan inilah yang menjadi bekal berharga bagi PCNU Bitung untuk terus menguatkan khidmah di daerah.
(Eds…)
