JAKARTA, bharindo.co.id – Suasana Baharkam Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, mendadak ramai dan penuh antusiasme pada Selasa pagi (12/05/2026). Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menggelar pelatihan taktis Edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) terkait penanganan gigitan anjing dan serangan ular berbisa.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Ignatius Bayu bersama tim edukasi Ditpolsatwa yang terdiri dari Aipda Sugianto, Briptu Komang Patiase, dan Bripda Gede Bintang.
Suasana latihan semakin menarik perhatian ketika seekor anjing pelacak K-9 andalan Ditpolsatwa bernama Scooby dilibatkan dalam simulasi. Kehadiran satwa terlatih tersebut membuat pelatihan berlangsung interaktif sekaligus edukatif bagi seluruh peserta.
Pelatihan ini berada di bawah arahan langsung Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Tory Kristianto.
Brigjen Pol. Tory Kristianto menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel kepolisian dalam menghadapi situasi darurat di lapangan, khususnya insiden gigitan anjing pelacak maupun serangan ular berbisa saat operasi.
Menurutnya, personel Baharkam tidak hanya dituntut tangguh dalam pengamanan wilayah, tetapi juga harus memiliki kemampuan medis taktis untuk meminimalkan risiko fatalitas terhadap anggota maupun masyarakat.
“Kami mendapatkan respons yang sangat positif dari seluruh personel Baharkam Polri. Kehadiran Tim Polisi Satwa bersama Pemerhati Polisi Satwa mampu menghidupkan suasana edukasi, sehingga materi simulasi dapat diserap dengan maksimal oleh anggota,” terang Brigjen Pol. Tory Kristianto dalam laporan tertulisnya kepada Kakor Sabhara Baharkam Polri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah pertolongan pertama gawat darurat secara cepat dan tepat apabila menghadapi korban gigitan anjing atau terkena bisa ular.
Seluruh materi disampaikan secara sistematis agar setiap personel mampu memahami teknik penanganan awal sebelum korban mendapatkan bantuan medis lanjutan.
Kegiatan simulasi medis taktis tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai tanpa kendala operasional.

Melalui pelatihan ini, Baharkam Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme personel, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam kesiapsiagaan penyelamatan jiwa di situasi darurat. (***)