Juni 8, 2026
dsc03482_468837

Jakarta, bharindo.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 akan mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan edukatif. Namun demikian, penindakan tegas tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal di jalan raya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Menurut Kakorlantas, Operasi Patuh bukan semata-mata bertujuan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas. Salah satu contohnya adalah melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, dan pelanggaran lainnya yang membahayakan keselamatan,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Ia menegaskan bahwa sejumlah pelanggaran tersebut menjadi perhatian serius karena sering menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berujung pada korban luka berat hingga meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Polisi Lalu Lintas di seluruh Indonesia akan lebih dahulu mengedepankan langkah-langkah edukatif dan persuasif kepada masyarakat. Melalui sosialisasi dan pendekatan langsung kepada pengguna jalan, Polri berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas dapat terus meningkat.

Meski demikian, terhadap pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, petugas tidak akan ragu melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Korlantas Polri menilai keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

Melalui operasi ini, Polri berharap tercipta budaya berkendara yang lebih disiplin, aman, dan berkeselamatan, sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan risiko fatalitas di jalan raya semakin berkurang.

Dengan mengusung pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran berisiko tinggi, Operasi Patuh 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan sekadar menghindari tilang, melainkan demi keselamatan bersama. (gts***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *