Categories: SUMEDANG

Pekerjan Proyek Revitalisasi SDN Darmajaya Kabupaten Sumedang Di Duga Asal jadi Terkesan Tertutup Hingga Abaikan APD,

Bharindo.co.id Sumedang.- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Darmajaya, Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang menjadi salah satu sekolah penerima program revitalisasi pembangunan sekolah dari anggaran APBN 2025.

Proyek senilai Rp.616.373.910 itu dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan target penyelesaian 120 hari kalender.

Namun, di balik kemegahan program pemerintah ini, tampak lalainya pengawasan dari Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan penerapan standar keselamatan kerja. Sejumlah pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana diatur dalam pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

pengerjaan pembangunan sudah masuk di minggu ke 4, tak terlihat satupun pekerja menggunakan sepatu pelindung, sarung tangan, rompi, atau helm proyek.,
Ironisnya, ada beberapa volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi di RAB salah satu contoh pengerjaan rehab dinding ruang kelas untuk pengacian yang ketebalannya hanya 1 mm,yang jadi pertanyaan apakah dengan ketebalan pengacian yang hanya 1 mm akan merekat dengan sempurna ??.

“Ya kita cuma menyesuaikan saja dengan yang ada,karna untuk RAB sendiri kita hanya melihat dan tidak kita pelajari karna RAB di pegang sama kepala sekolah.” Ungkap Iip,S sebagai ketua pelaksana di susunan P2SP.

“Untuk pembayaran barjas yang bayar pak kepala sekolah termasuk untuk pembelian APD itu di beli menggunakan uang dana talang kepala sekolah karena dana belum cair,dan setelah dana cair 70% yaitu ± 400 juta,uang tersebut kita cairkan 280 juta, 75 juta uang Cash dan 180 juta di simpan di rekening saya sebagai bendahara P2SP, 25 juta saya berikan ke kepala sekolah.”ujar Hari.S bendahara P2SP.

Sampai berita ini di muat Rusmana, S.Pd sebagai penanggung jawab sekaligus kepala sekolah SDN Darmajaya desa Jembarwangi Kecamatan Tomo belum bisa di temui yang katanya sedang tidak enak badan ungkap salah satu anggota P2SP.

Sikap para pekerja yang menolak menggunakan APD ini menuai sorotan warga sekitar. Seorang warga menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak sekolah maupun panitia pembangunan.
“Seharusnya ada ketegasan agar APD dipakai. Ini menyangkut keselamatan para pekerja sendiri,” tegasnya.

Ia juga berharap, selain soal keselamatan kerja, pengerjaan program Revitalisasi sekolah tersebut dilaksanakan sesuai aturan dan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya,karena diduga ada beberapa material yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang jelas tertera di RAB, contoh penggunaan pasir yang di duga bukan peruntukannya.

Padahal jelas dalam Undang – undang nomor 2 tahun 2017 tentang jasa Kontruksi dan Perubahannya undang undang no 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja, undang – undang ini mengatur tanggung jawab kontraktor atau penyedia jasa kontruksi terhadap kualitas pekerjaan dan ketidak sesuaian dengan spesifikasi termasuk RAB

Sebagai acuan Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga mengatur secara rinci mengenai kewajiban perusahaan atau instansi untuk menerapkan SMK3,termasuk penyediaan APD, Pelatihan K3, dan pengawasan terhadap penerapan K3 di tempat kerja.(Tim).

adminbharindo

Share
Published by
adminbharindo

Recent Posts

TEROR DIGITAL MENGINTAI DIAM-DIAM! Wakapolri Bongkar Ancaman Baru yang Menyusup Lewat Gadget dan Media Sosial

Jakarta, bharindo.co.id — Ancaman terhadap keamanan negara kini tidak lagi selalu hadir dalam bentuk senjata,…

5 jam ago

ROTASI PANAS DI TUBUH BRIMOB! Kombes Heru Novianto Ambil Alih Pasukan Brimob II, Arif Budiman Meluncur Jadi Kapolda Malut

Depok, bharindo.co.id - Korps Brimob Polri kembali melakukan manuver besar di jajaran elite pasukan. Dalam…

5 jam ago

Bareskrim Bidik Konsumen “Gas Tertawa” Viral! Selebgram Hingga Pembeli Ratusan Kali Dipanggil Polisi

JAKARTA, bharindo.co.id — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus dugaan peredaran gas…

5 jam ago

Densus 88 Bongkar “Teror Digital” yang Mengincar Anak Muda, Wakapolri: Negara Tak Boleh Kalah di Ruang Siber

JAKARTA, bharindo.co.id  — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan kini berubah wajah. Jika dulu identik…

5 jam ago

Prabowo ‘Tampar’ Mental ASN! Anak Muda Diminta Berani Jadi Pengusaha dan Kuasai Dunia Usaha

Jakarta, bharindo.co.id — Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil…

5 jam ago

Prabowo Murka! Menteri dan ASN Nakal Diultimatum, Teknologi Canggih Disiapkan Bongkar Korupsi dan Bunker Tersembunyi

Jakarta, bharindo.co.id — Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh menteri, kepala badan, hingga pimpinan…

5 jam ago