JAKARTA, bharindo.co.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Dalam mutasi kali ini, sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang terdiri dari promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi dan flat jabatan. Mutasi meliputi sejumlah posisi strategis baik di Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan.
Untuk jabatan Pejabat Utama Mabes Polri, R. Z. Panca Putra Simanjuntak mendapat penugasan sebagai Kalemdiklat Polri.
Selain itu, terdapat sembilan jabatan Kapolda yang mengalami pergantian, yakni:
- Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar;
- Agus Wijayanto sebagai Kapolda Kaltara;
- Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jabar;
- Alberd Teddy Benhard Sianipar sebagai Kapolda Kalbar;
- Arif Budiman sebagai Kapolda Malut;
- Kalingga Rendra Raharja sebagai Kapolda NTB;
- Yudhi Sulistianto Wahid sebagai Kapolda Bengkulu;
- Himawan Bayu Aji sebagai Kapolda Sultra;
- Nasri sebagai Kapolda Sulteng.
Mutasi juga menyentuh jabatan Kapolres jajaran tipe Metro dan Kota Besar, di antaranya Christian Rony Putra sebagai Kapolres Metro Depok dan Indra Wijatmiko sebagai Kapolresta Pangkal Pinang.
Dalam mutasi tersebut, Polri juga mencatat promosi jabatan terhadap 16 personel ke golongan Irjen Pol, tiga personel mengalami flat jabatan setingkat Irjen Pol, 43 personel promosi ke Brigjen Pol, serta 16 personel promosi ke Kombes Pol.
Satu personel Polwan turut mendapatkan promosi jabatan, yakni A.A. Sagung Dian Kartini yang dipercaya menjabat sebagai Karolemtala Stamarena Polri.
Selain promosi dan rotasi jabatan, mutasi kali ini juga mencakup tiga personel selesai pendidikan serta 14 personel memasuki masa pensiun.
Kadivhumas Polri Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergantian jabatan di lingkungan Polri diharapkan dapat semakin memperkuat pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (dns***)