Juli 3, 2026
WhatsApp Image 2026-05-06 at 12.16.40

Majalengka, bharindo.co.id – Pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan ruas Rajagaluh – Sindangpano di Kabupaten Majalengka menjadi sorotan. Pasalnya, pengerjaan pengaspalan (hotmix ) diduga tetap dipaksakan meski kondisi cuaca sedang hujan deras . Hal ini memicu kekhawatiran akan daya tahan jalan yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum ( DAU) Tahun Anggaran 2026 tersebut.

Berdasarkan pantauan dilapangan, armada pengangkut menurut keterangan sopir berjumlah 8 unit masing-masing unit memuat hotmix HRS 8 – 8,3 ton tetap melakukan penghamparan diatas permukaan jalan yang basah. Padahal secara teknis keberadaan air hujan sangat mempengaruhi efektivitas tack coat atau lapis perekat.

Secara teknis lapis perekat (tack coat) berfungsi sebagai pengikat antara aspal lama dengan aspal baru. Namun, jika hamparan dilakukan saat hujan, air akan menghambat proses adhesi saat sehingga aspal tidak dapat merekat dengan sempurna . Kondisi ini beresiko menyebabkan aspal cepat mengelupas atau mengalami retak rambut dalam waktu singkat karena ikatan antara agregat yang melonggar.

Proyek dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR) Kabupaten Majalengka ini memiliki pagu anggaran Rp.298.252.700 . Nila tersebut. merupakan bagian dari komitmen Pemkab Majalengka untuk memprioritaskan infrastruktur jalan pada tahun 2926 guna mendukung mobilitas masyarakat.

Seorang pemerhati kebijakan publik di Majalengka yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan keprihatinannya terhadap lemahnya pengawasan dilapangan . ” Sangat disayangkan jika anggaran ratusan juta dari DAU ini terkesan dihamburkan tanpa memperhatikan standar mutu. Pengerjaan proyek hotmix saat hujan itu jelas melanggar spesifikasi . Air adalah musuh utama aspal ; kalau dipaksakan, tack coat tidak akan berfungsi sebagai perekat, dan aspal akan cepat ” “ambrol ” sebelum masanya,”.

” Kami meminta Dinas PUTR menindak tegas jangan sampai pekerjaan ini hanya mengejar progres waktu tapi mengabaikan kualitas. Masyarakat Rajagaluh dan Sindangpano berhak mendapatkan jalan yang awet , bukan sekedar hitam hari ini tapi berlubang bulan depan. Pengawas lapangan harus bertanggung jawab jika ditemukan proyek yang dikerjakan asal jadi seperti ini,”.

Pengawas dari Dinas PUTR ketika dimintai konfirmasi terkait volume pekerjaan jalan Rajagaluh – Sindangpano lewat media WhatsApp tidak membalas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUTR Kabupaten Majalengka belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan pengawasan pada titik pekerjaan tersebut. Kerusakan jalan akibat pengerjaan yang tidak sesuai prosedur seringkali berujung pada pemborosan APBD karena umur jalan yang tidak bertahan lama.(Yt’s ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *