Agustus 7, 2026
WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.09.21

Majalengka, bharindo.co.id – Proyek revitalisasi SMAN 1 Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu menuai tanda tanya setelah pekerjaan di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besarnya nilai anggaran yang digelontorkan.

Berdasarkan informasi yang diterima Media Bharindo, revitalisasi yang semula disebut-sebut akan menyasar 14 ruang kelas, pada pelaksanaannya hanya terlihat dikerjakan pada 5 ruang kelas. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai ruang lingkup pekerjaan dan penggunaan anggaran negara.

Hasil pantauan awak media di lokasi pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi penggantian plafon, kusen dan pintu berbahan aluminium, pemasangan kaca setebal 3 milimeter, serta perbaikan lantai. Sementara itu, tidak terlihat adanya pembongkaran maupun penggantian rangka atap baja ringan ataupun genting bangunan.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa bagian atap tidak masuk dalam pekerjaan revitalisasi.

“Atap baja ringan dan gentingnya tidak diganti karena masih bagus,” ujarnya singkat.

Pekerja tersebut juga menyampaikan bahwa proyek revitalisasi telah berjalan kurang lebih selama satu setengah bulan.

Tidak hanya soal lingkup pekerjaan, mekanisme pelaksanaan proyek juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pekerjaan diduga dikerjakan oleh pihak rekanan atau kontraktor, dengan sebagian tenaga kerja berasal dari luar Kecamatan Sindangwangi, tepatnya dari Desa Burujul, Kecamatan Jatiwangi.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek tidak sepenuhnya menggunakan mekanisme swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sebagaimana lazim diterapkan pada pembangunan atau rehabilitasi sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Saat awak Media Bharindo berupaya meminta penjelasan kepada panitia pembangunan di lokasi, para pekerja mengarahkan agar konfirmasi disampaikan langsung kepada pihak pelaksana proyek. Hingga saat itu, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai mekanisme pelaksanaan pekerjaan.

Fakta lain yang turut menjadi perhatian adalah informasi bahwa ruang kelas yang kini direvitalisasi sebelumnya juga pernah memperoleh bantuan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019. Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai dasar penetapan prioritas revitalisasi serta besaran anggaran yang dialokasikan.

Besarnya anggaran negara yang digunakan untuk proyek ini membuat masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sejumlah elemen masyarakat pun mendorong instansi pengawas dan aparat berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan dana publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Panitia Pembangunan maupun Kepala SMAN 1 Sindangwangi belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah pertanyaan dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. Media Bharindo tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (Yt’s***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *