Categories: PURBALINGGA

Sopir Angkot “Menjerit”: Tarif Trans Jateng Rp1.000 dan Maraknya Odong-Odong Bikin Purbalingga Kian Terpuruk

Purbalingga, bharindo.co.id – Kegelisahan para sopir angkutan kota di Kabupaten Purbalingga akhirnya memuncak. Organisasi Sopir Angkutan Kota (OSAKA) Purbalingga melakukan audiensi dengan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Purbalingga, Hj. Teny Juliawati, S.E., M.Si., Rabu (29/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua OSAKA Purbalingga, Suyatno, menyampaikan keluh kesah mendalam terkait semakin terpuruknya nasib angkutan kota. Ia menyoroti kebijakan tarif Trans Jateng yang hanya Rp1.000 untuk semua jarak karena subsidi pemerintah, yang dinilai memukul keras pendapatan sopir angkot.

“Dengan tarif semurah itu, masyarakat tentu lebih memilih Trans Jateng. Sementara kami semakin sepi penumpang dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup,” ungkap Suyatno.

Tak hanya itu, keberadaan armada odong-odong yang beroperasi tanpa legalitas sebagai angkutan umum juga menjadi sorotan serius. Menurutnya, kondisi ini memperparah persaingan yang tidak sehat di lapangan.

Suyatno juga mengaku kecewa lantaran pihaknya telah beberapa kali mengirimkan surat resmi kepada Bupati melalui dinas terkait, namun hingga kini tidak pernah mendapatkan respons. Audiensi dengan DPRD kali ini menjadi harapan baru bagi para sopir untuk didengar.

“Kami bersyukur akhirnya bisa menyampaikan langsung aspirasi kepada wakil rakyat. Ini soal kelangsungan hidup kami,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Purbalingga, Hj. Teny Juliawati, menyatakan pihaknya menerima dan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia berkomitmen membawa persoalan ini ke dalam rapat dewan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Mereka ini pejuang keluarga. Apa yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan perjuangkan di DPRD,” ujar Teny.

Ia juga menegaskan pentingnya pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mengingat kondisi angkutan kota di Purbalingga sudah berada pada titik kritis akibat tekanan persaingan dan perubahan sistem transportasi.

Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan transportasi lokal di Purbalingga tidak bisa lagi diabaikan. Jika tidak segera ditangani, nasib ratusan sopir angkutan kota terancam semakin terpuruk di tengah arus perubahan zaman. (rswns***)

adminbharindo

Recent Posts

Darurat Pembajakan Film! Indonesia Masuk 5 Besar Akses Situs Ilegal, Polri Bergerak Lindungi Karya Anak Bangsa

Jakarta, bharindo.co.id — Fenomena pembajakan digital kini menjadi ancaman serius bagi industri perfilman nasional. Di…

3 jam ago

Polri Turun Tangan Awasi Pengamanan PT Pupuk Kaltim, Sistem Keamanan Objek Vital Nasional Diperiksa Total

Kaltim, bharindo.co.id — Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri kembali memperketat pengawasan terhadap…

3 jam ago

Kapolri Siapkan “Tameng Perang” untuk Polisi! Seragam Anti Panah hingga Kendaraan Tempur Mulai Dikerahkan

Jakarta, bharindo.co.id — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya memperkuat perlengkapan dan alat operasional…

3 jam ago

Korlantas Polri Mulai Bergerak! Truk ODOL Bakal Ditertibkan Total, Zero Overload 2027 Jadi Target Nasional

Jakarta, bharindo.co.id — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan langkah besar menuju program nasional…

3 jam ago

Sabu Disamarkan Dalam Paket Ekspedisi, Ditresnarkoba Polda Jateng Bongkar Peredaran.Sabu

Polda Jateng, bharindo.co.id – Kota Semarang | Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap…

3 jam ago

Digembleng 47 Hari Tanpa Ampun! Pasukan Gegana Korbrimob Siapkan Personel Elite Penjaga NKRI

Depok, bharindo.co.id — Pasukan Gegana Korbrimob Polri kembali menunjukkan keseriusannya dalam mencetak personel elite yang…

5 jam ago