Juni 29, 2026
WhatsApp Image 2026-06-22 at 19.49.21

BITUNG, bharindo.co.id – Setelah sempat diblokade warga akibat tuntutan perbaikan jalan yang ambruk karena longsor, akses jalan penghubung Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, akhirnya kembali dibuka pada Senin (22/6/2026).

Pembukaan akses jalan tersebut berlangsung dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan. Sebelum dialog digelar, seluruh pihak terlebih dahulu mengikuti ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Agustina Horman, S.Th., sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Keberhasilan pembukaan kembali jalur strategis tersebut tidak terlepas dari pendekatan humanis yang dilakukan jajaran TNI dan Polri. Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., bersama Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made memilih mengedepankan musyawarah dan komunikasi terbuka dibanding langkah represif.

Aksi penutupan jalan sebelumnya dilakukan warga sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait perbaikan jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat longsor. Kondisi tersebut sempat mengganggu mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Melalui mediasi yang berlangsung di Kantor Kelurahan Pinasungkulan dan melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Bitung, serta perwakilan warga Hendrik Lule, akhirnya tercapai kesepakatan bersama.

Dalam kesepakatan tersebut, warga bersedia membuka kembali akses jalan demi kepentingan masyarakat luas. Sementara itu, BPJN Sulawesi Utara berkomitmen menyelesaikan perbaikan permanen jalan dalam kurun waktu lima hingga enam bulan ke depan. Kesepakatan tersebut juga dituangkan dalam dokumen yang ditandatangani seluruh pihak terkait.

“Setiap persoalan dapat diselesaikan dengan musyawarah, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas,” tegas Kapolres Bitung AKBP Albert Zai.

Apresiasi atas penyelesaian persoalan secara damai juga datang dari masyarakat. Salah seorang warga Tinerungan, Agus Pangalila, menyampaikan terima kasih kepada warga Pinasungkulan dan aparat yang telah memfasilitasi dialog sehingga persoalan dapat diselesaikan tanpa konflik berkepanjangan.

Pengamanan kegiatan melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Lalu Lintas. Berkat koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya bentrokan.

Dengan dibukanya kembali akses jalan Bitung–Minut, aktivitas masyarakat di sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial kembali berjalan normal. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dialog, kebersamaan, dan komunikasi yang baik mampu menjadi solusi efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. (eds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *