Categories: BNN

“BNN–BNPT Bongkar Pola Baru Kejahatan: Narkoba dan Terorisme Satu Arah, Negara Siapkan Strategi Gabungan!”

Bogor, bharindo.co.id — Ancaman narkotika dan terorisme kini tak lagi bisa dipandang terpisah. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan bahwa kedua kejahatan ini memiliki pola penanganan yang serupa—namun membutuhkan pendekatan berbeda dalam eksekusi.

Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Suyudi, inti pendekatan terletak pada akar masalah: narkotika berfokus pada pengendalian adiksi, sementara terorisme menyasar penanganan ideologi.

“Penguatan pembinaan nilai dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci. Salah satunya melalui pengalihan komoditas dari ganja ke kopi di Gayo Lues,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).

Ia juga mengungkap ancaman baru yang mengkhawatirkan, yakni penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik. Temuan pencampuran cairan vape dengan zat berbahaya seperti etomidate menjadi sorotan serius, terutama karena maraknya penggunaan di kalangan generasi muda.

BNN menilai, pendekatan berbasis pembinaan dan pemberdayaan harus menjadi prioritas, bukan semata-mata hukuman. Pembekalan keterampilan dinilai penting agar para penyalahguna maupun warga binaan dapat kembali produktif di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Suyudi menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga adalah kunci menghadapi kejahatan yang semakin kompleks dan terorganisir.

“Kami terus memperluas kolaborasi dan pertukaran informasi agar penanganan narkotika lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPT, Eddy Hartono, mengingatkan adanya keterkaitan global antara narkotika dan terorisme atau narcoterrorism, di mana perdagangan narkoba kerap menjadi sumber pendanaan kelompok teroris.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan nasional,” ujarnya.

BNPT sendiri telah menjalankan program pembinaan narapidana terorisme secara bertahap, dari risiko tinggi ke menengah, dengan pendekatan lebih terbuka namun tetap dalam pengawasan ketat.

Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan, hingga proses reintegrasi sosial agar para mantan napiter dapat kembali ke masyarakat secara produktif.

Kolaborasi BNN dan BNPT ini menjadi sinyal kuat: negara tidak lagi bekerja secara parsial. Menghadapi ancaman narkotika dan terorisme yang saling berkelindan, dibutuhkan strategi terpadu—dari pencegahan, penindakan, hingga pemulihan. (ils78***)

adminbharindo

Recent Posts

Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

Jombang, bharindo.co.id  - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta upaya mewujudkan swasembada pangan nasional,…

12 jam ago

Warga Desa Pogalan,Ngulankulon dan Ngadirenggo Terdampak Tambang, Minta Stopel Tempat Penimbunan Material Segera Dipindah

TRENGGALEK, bharindo.co.id  – Warga Desa Pogalan,Desa Ngulankulon dan Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek mengeluhkan…

13 jam ago

Aturan SPPG Darussalam Sumberingin Tuai Kritik,Makan Harus Jam 10.00, Tak Boleh Dibawa Pulang, Uang Negara Mubazir.

TRENGGALEK, bharindo.co.id – Kebijakan baru SPPG Darussalam Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek menuai sorotan.…

13 jam ago

LMAPJ Wajo Apresiasi Langkah Tegas Ketua Komisi III DPRD Wajo Soal Temuan BPK Parkir

WAJO, bharindo.co.id - LSM Lembaga Masyarakat Anti Penyalagunaan Jabatan [LMAPJ],Hermanto buroncong sering disapa Anto Brc,…

13 jam ago

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi

Garut, bharindo.co.id - Sat Reskrim Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan…

13 jam ago

Dalam Satu Bulan Polres Garut Ungkap 12 Kasus Narkotika Dan 16 Tersangka Diamankan

Garut, bharindo.co.id - Polres Garut menggelar konferensi pers hasil pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika…

13 jam ago