Kediri, bharindo.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Kediri terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menambah sembilan fasilitas kesehatan (faskes) baru sebagai mitra Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas bagi peserta JKN di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Penambahan mitra tersebut terdiri dari delapan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan satu Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Untuk FKRTL, RS Medika Utama resmi bergabung sebagai rumah sakit rujukan mitra BPJS Kesehatan.
Sementara delapan FKTP yang kini menjadi bagian dari jaringan layanan JKN meliputi Klinik Raya Medika, Klinik Muhammadiyah Wlingi, Klinik Khadijah Permata Hati 2, serta Dokter Praktik Perorangan (DPP) dr. Rio Kasino, dr. Putra Dwi Noviono, dr. Hartadi Pramulia, dr. Juliana Veronica B., dan drg. Anis Khoirin Hayati.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan penambahan mitra ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin meningkat.
“BPJS Kesehatan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi peserta JKN. Dengan bertambahnya mitra fasilitas kesehatan, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan layanan kesehatan sesuai kebutuhan,” ujar Tutus, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan yang bergabung telah melewati proses kredensialing secara ketat dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan asosiasi fasilitas kesehatan untuk memastikan standar mutu pelayanan terpenuhi.
Tutus menegaskan, bergabungnya fasilitas kesehatan ke dalam ekosistem JKN bukan hanya sebatas kerja sama administratif, melainkan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional dan berkualitas.
“Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan dan resmi bekerja sama, fasilitas kesehatan berarti sepakat menjadi bagian dari ekosistem JKN serta berkomitmen menjalankan seluruh ketentuan dalam perjanjian kerja sama demi pelayanan kesehatan yang bermutu bagi peserta,” tegasnya.
Salah satu mitra baru, Klinik Muhammadiyah Wlingi, menyambut kerja sama tersebut dengan semangat pelayanan sosial dan gotong royong. Pimpinan Klinik Muhammadiyah Wlingi, dr. Wison Pramu Astiko, menyebut kemitraan dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah nyata untuk memperluas manfaat layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya Klinik Muhammadiyah Wlingi lahir dari semangat beramal dan memberikan layanan terbaik untuk umat serta masyarakat. Dengan bekerja sama bersama BPJS Kesehatan, kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang mengedepankan prinsip gotong royong,” ungkap dr. Wison.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Ratih Kristiana Wijaya, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan dan membangun komunikasi yang intensif antara fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan.
Menurut Ratih, fasilitas kesehatan baru kemungkinan masih akan menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan. Karena itu, koordinasi dan sinergi menjadi kunci utama agar pelayanan kepada peserta JKN tetap optimal.
“Ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian, terutama terkait komitmen dalam perjanjian kerja sama. Faskes yang baru bergabung diharapkan tidak ragu menyampaikan kendala yang dihadapi agar bisa segera dicarikan solusi bersama,” jelas Ratih.
Dengan bertambahnya jaringan fasilitas kesehatan ini, BPJS Kesehatan berharap pemerataan akses layanan kesehatan semakin meningkat dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih dekat, cepat, serta berkualitas di berbagai wilayah. (yadis***)
