Dari Bangun Rumah Yatim dengan Uang Pribadi hingga Jaga Jemaah di Tanah Suci, Kisah Ipda Hilal Menyita Perhatian Publik
Makassar, bharindo.co.id – Di tengah berbagai sorotan terhadap profesi kepolisian, sosok Ipda Hilal justru mencuri perhatian karena kiprahnya yang tak biasa. Sebelum mendapat amanah sebagai Petugas Haji Unit Perlindungan Jemaah di Tanah Suci, perwira Polri ini telah dikenal luas sebagai dai sekaligus penggerak kegiatan sosial yang membangun Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an menggunakan dana pribadinya.

Perjalanan pengabdian Ipda Hilal menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Saat ini, anggota Polda Sulawesi Selatan yang bertugas di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) tersebut mengemban amanah sebagai Petugas Haji pada fungsi Perlindungan Jemaah. Tugas itu menuntut kesiapsiagaan, kepedulian, serta pelayanan maksimal untuk memastikan jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kesyukuran dan kehormatan bagi saya karena diberi kesempatan menjadi petugas haji. Tugas ini adalah amanah besar untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” ujar Ipda Hilal.
Sosok yang dikenal sebagai Dai Polri dan Dai Kamtibmas ini bukan nama baru di dunia dakwah. Ia pernah menjadi Finalis Dai Polisi TVRI Tahun 2021, Finalis Dai Muda Indonesia (DMI) MNC TV Tahun 2014, serta Finalis Akademi Syiar Indonesia (AKSI) Indosiar Tahun 2015.
Selain aktif berdakwah, Ipda Hilal juga dipercaya memimpin berbagai komunitas sosial dan keagamaan. Ia menjabat sebagai Ketua Komunitas Peduli Yatim dan Masjid, Pembina Komunitas Man Jadda Wajada Makassar, serta Koordinator Wilayah Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Sulawesi Selatan.
Namun kiprah yang paling menyita perhatian adalah ketika ia mendirikan Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al Hilal di Kabupaten Pangkep. Yayasan tersebut dibangun pada tahun 2019 di atas tanah miliknya sendiri dengan modal awal yang berasal dari tabungan pribadi.
Berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu, ia berinisiatif menghadirkan tempat tinggal sekaligus pusat pendidikan agama yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, dukungan dari berbagai donatur mulai berdatangan hingga yayasan tersebut resmi diresmikan pada 10 April 2021. Kini, Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al Hilal tidak hanya menjadi tempat pembinaan anak yatim, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat sekitar.
Puluhan santri tercatat aktif mengikuti program tahfidz setiap harinya. Selain itu, sekitar 30 ibu-ibu secara rutin mengikuti majelis ilmu yang digelar setiap pekan. Seluruh kegiatan pendidikan dan pembinaan tersebut diberikan tanpa biaya.
Bagi Ipda Hilal, apa yang dilakukannya merupakan bagian dari pengabdian yang sejalan dengan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kini, semangat melayani yang selama ini diwujudkan melalui dakwah, pembinaan yatim, dan kegiatan sosial, berlanjut di Tanah Suci. Sebagai petugas perlindungan jemaah, ia berupaya memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat amanah ini. Semoga dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian dari upaya melindungi serta membantu jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci,” tutupnya.

Kisah Ipda Hilal menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari membina anak-anak yatim di kampung halaman hingga memberikan perlindungan kepada ribuan jemaah Indonesia di Tanah Suci. (hkls***)
