Juli 25, 2024

Bharindo Majalengka,- Sikap arogansi pejabat publik Kepala Desa Panjalin Lor, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, diduga mengancam dan tantang wartawan yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pencari berita. Senin,(08/7/2024)

Diketahui, Dulmanan seorang Kepala Desa Panjalin Lor, diduga telah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada beberapa awak media saat di konfirmasi melalui pesan Watshap terkait “Viralnya Video salah seorang warga yang kondisi rumahnya memprihatinkan karena tidak tersentuh bantuan Rumah tidak layak Huni (Rutilahu), Dulmanan Kades Panjalin Lor langsung naik pitam dengan membalas pertanyaan awak media :

– “Coba siapa yg mut berita itu berani ga berhadapan dengan sya kumpulkn pasuknya sya juga kn mengumpulkan saudara”sya.
– Coba siap yg berani ke sya media mana bicara jangan asal”lan” tulisan sesuai dengan isi chatting WhatsApp kades Panjalin Lor sambil mengirimkan photo Documentasi kegiatan yang sedang dari salah satu Ormas.

Dan masih ada kata- kata lain yang tak pantas di lontarkan bagi seorang kepala Desa, saat dikonfirmasi sebelumnya oleh beberapa awak media, Tindakan tersebut diduga kuat merupakan pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Terkait peristiwa ini, awak media mencoba meminta kades untuk bertemu dan melakukan konfirmasi dan beberapa kali mendatangi kediaman dan kantor desa, namun awak media belum berhasil menemui.

Saat dikonfirmasi lanjut melalui chatting WhatsApp Abah Dul, sapaan akrabnya, membenarkan bahwa Rumi berusia hampir 70 tahunan, warga Blok Wage, RT 01 RW 04, Desa Panjalin Lor, kecamatan Sumberjaya, kabupaten Majalengka merupakan warganya.

Dul menyatakan bahwa selama enam tahun kebelakang itu lansia tersebut tidak tersentuh bantuan. Karenanya Pemdes Panjalin Lor berupaya agar Rumi (70) bisa menjadi skala prioritas bantuan sosial (bansos).

“Zaman saya menjabat sebelumnya pada 2011 sampai 2017 yang bersangkutan mendapatkan perhatian lebih karena masuk warga tidak mampu. Tapi setelah itu 2017 sampai sekarang tidak tersentuh bantuan apapun,” kata Dulmanan, Senin 8 Juli 2024.

Dul menyatakan dirinya yang kembali menjabat sebagai kepala desa sejak Mei 2023 lalu telah melakukan verifikasi ulang sejumlah warga tidak mampu. Termasuk salah satunya adalah Rumi (70).

“Saya baru kembali menjabat sekitar satu tahunan ini. Dan tentunya akan menjadi skala prioritas. Terutama program Rutilahu maupun diusulkan agar masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” tegas dia.

Lanjut awak media menkonfirmasi terkait dugaan Pengancaman dan tantangan pada beberapa awak media saat dikonfirmasi sebelumnya apa motif dan tujuannya kades Panjalin Lor Dulmanan menjawab :

“Saya kan menjabat 1 tahun kan juga belum om.

“Ya Soalnya menjelekan Pemerintah saya om, jadi saya ga enak, ga kaya om sopan kami juga segan.” Pungkasnya.

Liputan:
*(Tim )*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.