Mei 22, 2026
img-20260521-wa0220_786100

LOMBOK, bharindo.co.id – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan langkah strategis guna memastikan keandalan sistem pengamanan pada infrastruktur kritikal penyuplai energi listrik bagi masyarakat luas melalui kegiatan audit resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada objek vital nasional sektor kelistrikan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan berskala nasional tersebut berada di bawah tanggung jawab Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Syahdudi, S.I.K., sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjamin standar keamanan fasilitas vital negara tetap berjalan optimal dan terukur.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian audit dipimpin langsung Kasubdit Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., selaku Ketua Tim Audit.

Audit tersebut menyasar tiga fasilitas kelistrikan strategis yang memiliki peran penting bagi kebutuhan masyarakat, yakni Regional Control Center (RCC), Distribution Control Center (DCC), serta ruang Server Supervisory Control and Data Acquisition (Scada) Lombok.

Pada hari kedua pelaksanaan audit, tim melakukan pemeriksaan di area operasional PT PLN (Persero) UPT Mataram yang meliputi UP2B dan UP2D NTB, serta melaksanakan agenda lanjutan di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.

Sejak pagi hari, tim auditor gabungan melakukan observasi lapangan untuk memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pengamanan fisik, khususnya pada area-area vital dan berisiko tinggi seperti ruang RCC, DCC, hingga pusat server utama penyedia data kelistrikan.

Usai pemeriksaan infrastruktur fisik, tim melanjutkan audit nonfisik melalui pemeriksaan dokumen administratif serta wawancara bersama jajaran manajemen dan Tim Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) internal PLN Lombok.

Kombes Pol. Hamam Wahyudi menjelaskan, audit kali ini berfokus pada Elemen II terkait pola pengamanan infrastruktur vital.

“Fokus pendalaman materi pada audit kali ini memang bertumpu pada Elemen II mengenai pola pengamanan. Penguatan pola pengamanan ini kami nilai menjadi kunci utama sekaligus langkah preventif paling efektif dalam mengantisipasi dan memitigasi segala bentuk potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam stabilitas pasokan energi listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Lombok,” ujarnya.

Seluruh rangkaian audit resertifikasi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut dilaporkan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap hasil evaluasi dan temuan dalam proses resertifikasi dapat menjadi acuan bagi PT PLN (Persero) untuk terus mempertahankan serta meningkatkan standar sistem manajemen pengamanan agar tetap selaras dengan regulasi dan standar pengamanan yang telah ditetapkan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *