Juli 13, 2026
image (47)

SEMARANG, bharindo.co.id – Semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga lewat aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat. Dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyerahkan santunan kepada 80 anak yatim dan dhuafa di Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan Jumat Berkah tersebut dihadiri para pejabat Lemdiklat Polri, pejabat Akademi Kepolisian, serta ratusan Taruna Akpol. Santunan diberikan kepada anak-anak dari Yayasan Nurul Qur’an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur’an Kauman Semarang yang hadir didampingi lima orang pendamping.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri secara langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima santunan. Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa insan Bhayangkara dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan jiwa kemanusiaan.

Dalam arahannya kepada para taruna, Wakapolri menegaskan bahwa nilai kepedulian harus menjadi bagian yang melekat dalam karakter setiap anggota Polri.

“Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan,” ujar Wakapolri.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak semata-mata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Pembina Masjid As Syuhada Akpol Semarang, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan oleh Wakapolri. Menurutnya, budaya berbagi perlu terus ditanamkan kepada seluruh insan Bhayangkara sebagai bagian dari nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kami siap mendukung apa yang dilakukan Bapak Wakapolri dengan mengedepankan uswah atau keteladanan bagi jajaran di bawahnya melalui semangat berbagi kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. Semoga kepedulian ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebajikan, melimpahkan keberkahan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta senantiasa menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Doa juga dipanjatkan bagi Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakapolri, dan seluruh keluarga besar Polri agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta petunjuk dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Sebanyak 80 anak yatim dan dhuafa dari dua yayasan tersebut menerima santunan dengan didampingi lima orang pendamping. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian sosial Polri dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan Polri diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *