September 18, 2026
ChatGPT Image 16 Sep 2026, 12.20.45

MAJALENGKA, Bharindo.co.id – Proyek rehabilitasi SMAN 1 Sukahaji, Kabupaten Majalengka, yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat dengan nilai anggaran sekitar Rp351.770.600, mulai menjadi sorotan.

Sorotan muncul setelah adanya pengamatan terhadap sejumlah bagian pekerjaan struktur bangunan yang diduga belum menunjukkan kesesuaian dengan spesifikasi teknis sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pekerjaan.

Proyek tersebut diketahui dilaksanakan oleh CV Pringgandani. Berdasarkan peninjauan di lapangan, perhatian terutama tertuju pada pekerjaan struktur, di antaranya pemasangan tulangan, bekisting, tiang, serta balok utama.

Kondisi pekerjaan yang terlihat di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengendalian mutu konstruksi dilakukan selama proses pembangunan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mutu beton yang digunakan untuk pekerjaan struktur. Secara kasat mata, kualitas beton tentu tidak dapat langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi visual. Karena itu, perlu dipastikan apakah mutu beton yang digunakan benar-benar sesuai dengan mutu yang dipersyaratkan dalam dokumen teknis dan kontrak pekerjaan.

Selain mutu beton, komposisi campuran serta material yang digunakan juga perlu diverifikasi. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan seluruh material konstruksi memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Sorotan berikutnya mengarah pada kondisi sejumlah tulangan besi yang terlihat kurang rapi setelah proses pekerjaan bekisting.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses pemasangan tulangan, bekisting, serta pengawasan sebelum pekerjaan struktur dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Ketika dikonfirmasi di lokasi, seorang mandor disebut menyampaikan bahwa kondisi pekerjaan yang kurang rapi tersebut kemungkinan terjadi karena para pekerja mengejar penyelesaian pekerjaan.

Namun, pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan telah melanggar spesifikasi teknis.

Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang kompeten. Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian gambar kerja, spesifikasi beton, material, diameter dan pemasangan tulangan, dimensi struktur, kualitas bekisting, hingga pengujian mutu beton apabila diperlukan.

Dengan nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp351 juta, kualitas pelaksanaan proyek menjadi perhatian publik karena anggaran yang digunakan bersumber dari keuangan pemerintah.

Pekerjaan rehabilitasi fasilitas pendidikan semestinya dilaksanakan berdasarkan perencanaan, gambar kerja, spesifikasi teknis, standar konstruksi, serta ketentuan pengadaan yang berlaku.

Masyarakat pun berhak mengetahui bagaimana mekanisme pengawasan terhadap proyek tersebut dijalankan, terutama pada pekerjaan struktur yang memiliki fungsi penting terhadap keamanan dan ketahanan bangunan.

Sejumlah pertanyaan pun layak disampaikan kepada pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan.

  1. Berapa mutu beton yang dipersyaratkan untuk pekerjaan tiang dan balok utama?
  2. Apakah material dan komposisi beton telah sesuai dengan spesifikasi teknis?
  3. Apakah proses pemasangan tulangan dan bekisting telah diperiksa oleh pengawas teknis?
  4. Apakah mutu beton telah dilakukan pengujian sesuai ketentuan pekerjaan?
  5. Apakah kondisi tulangan yang terlihat di lapangan telah dinyatakan memenuhi persyaratan teknis?
  6. Bagaimana mekanisme pengawasan dan pengendalian mutu proyek tersebut?

Sorotan terhadap proyek rehabilitasi SMAN 1 Sukahaji tersebut bukan berarti dapat langsung menyimpulkan telah terjadi pelanggaran.

Sebaliknya, adanya dugaan ketidaksesuaian perlu dijawab melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek.

Pihak pelaksana CV Pringgandani, pengawas pekerjaan, pihak sekolah, maupun instansi terkait program Bankeu Provinsi Jawa Barat perlu diberikan ruang untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan bahwa pekerjaan telah sesuai spesifikasi, maka hal tersebut sekaligus dapat menjawab keresahan masyarakat. Sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, tentunya perlu dilakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

SMAN 1 Sukahaji merupakan satuan pendidikan negeri di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, dengan NPSN 20213892.

Pekerjaan struktur merupakan salah satu bagian paling krusial dalam pembangunan maupun rehabilitasi gedung. Karena itu, kualitasnya tidak cukup hanya dinilai dari tampilan secara kasat mata, tetapi harus dibuktikan melalui dokumen teknis dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat berharap rehabilitasi sekolah yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, sesuai spesifikasi, dan mampu digunakan dalam jangka panjang. (yyts/teams***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *