Minahasa Utara, Bharindo.co.id – Sinergitas aparat maritim yang terdiri dari Badan Keamanan Laut (BAKAMLA), KSOP Kema, TNI Angkatan Laut, Polri, bersama masyarakat dan nelayan berhasil menyelamatkan seluruh 12 Anak Buah Kapal (ABK) KM Koxinga yang mengalami musibah tenggelam di Perairan Desa Lansot, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (13/7/2026).
Berkat respons cepat seluruh unsur yang terlibat, proses evakuasi berlangsung dengan baik dan seluruh ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat menuju Pantai Desa Kema III.
Berdasarkan keterangan Nahkoda KM Rahmat, Rumadi Lailu, peristiwa bermula saat dirinya menerima telepon dari pemilik kapal yang meminta bantuan karena KM Koxinga dilaporkan dalam kondisi hampir tenggelam.
“Pemilik KM Rahmat menghubungi saya dan meminta segera membantu karena KM Koxinga dalam kondisi kritis. Jaring kapal sudah terlepas ke laut dan kapal mulai kemasukan air,” ungkap Rumadi.
Mendapat informasi tersebut, Rumadi segera menghubungi pemilik KM Maestro, Jhony, agar ikut memberikan bantuan.
“Kapal saya memang tidak memiliki alat bantu penarik, tetapi saya siap membantu menggunakan kapal yang ada,” ujar Jhony.
Tanpa menunggu lama, kedua kapal bergerak menuju lokasi kejadian. KM Maestro menjadi kapal pertama yang tiba di lokasi, disusul kemudian oleh KM Refinay untuk membantu proses penyelamatan.
Sementara itu, pemilik sekaligus nahkoda KM Koxinga, Rafli Antouw, menjelaskan bahwa kapal mulai kemasukan air dari bagian belakang kemudi.
“Kami sudah berupaya mengeluarkan air menggunakan pompa Alkon, tetapi beberapa kali dicoba tidak berhasil. Air terus masuk hingga kapal kehilangan keseimbangan, melintang, lalu akhirnya tenggelam. Saat itu kapal membawa sekitar lima ton ikan hasil tangkapan,” jelas Rafli.
Informasi mengenai kecelakaan laut tersebut pertama kali diterima dari Danposal Kema Letda Laut (P) Imsyak Kurniawan melalui jaringan komunikasi internal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Kema AKP Repy Samel segera berkoordinasi dengan KSOP Kema, Satpolairud, TNI AL, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan operasi penyelamatan.
Berdasarkan data manifest, KM Koxinga membawa 12 orang ABK dengan muatan sekitar lima ton ikan. Kapal diketahui berada sekitar dua mil laut di selatan Dermaga Kema saat insiden terjadi.
Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh cuaca buruk yang disertai arus laut cukup kuat sehingga memperburuk kondisi kapal yang telah kemasukan air.
Sekitar pukul 09.30 WITA, KM Refinay dan KM Maestro tiba di lokasi dan bersama unsur BAKAMLA, KSOP, TNI AL, Polri, serta nelayan setempat melakukan proses evakuasi terhadap seluruh awak kapal.
Kapolsek Kema AKP Repy Samel mengapresiasi soliditas seluruh unsur yang terlibat sehingga operasi penyelamatan dapat berlangsung cepat dan seluruh korban berhasil diselamatkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini merupakan bukti nyata sinergitas yang baik antara BAKAMLA, KSOP, TNI AL, Polri, serta masyarakat nelayan. Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dan bergerak cepat menuju lokasi,” ujar AKP Repy Samel.
Saat ini aparat gabungan bersama KSOP masih melakukan pendataan terhadap para ABK, pemeriksaan dokumen kapal, serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti tenggelamnya KM Koxinga.
Pihak berwenang juga mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak, serta melengkapi dokumen pelayaran dan peralatan keselamatan sebelum berlayar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa sinergi antarlembaga, respons cepat aparat, dan kepedulian masyarakat pesisir merupakan faktor utama dalam menyelamatkan nyawa saat terjadi keadaan darurat di laut. (edis***)
