INDRAMAYU, bharindo.co.id – Tawuran pelajar kembali menjadi perhatian serius jajaran Polsek Juntinyuat Polres Indramayu Polda Jawa Barat. Tak ingin aksi kekerasan di kalangan remaja berkembang menjadi kebiasaan, kepolisian langsung mengambil langkah preventif dengan mendatangi lingkungan sekolah melalui program Police Goes to School di SMP Negeri 1 Juntinyuat, Rabu siang (19/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas dugaan keterlibatan sejumlah pelajar dalam aksi tawuran yang terjadi di kawasan Pantai Glayem-Rembat, Blok Krowokan, Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Jumat (14/8/2026) petang.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., melalui Kapolsek Juntinyuat IPTU Trio Tirtana H., menegaskan bahwa pendekatan terhadap pelajar dilakukan secara edukatif dan persuasif dengan melibatkan pihak sekolah serta orang tua atau wali murid.
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian berdialog langsung dengan guru, orang tua, dan para pelajar yang diduga sempat terseret dalam insiden tawuran. Polisi memberikan pemahaman mengenai dampak kekerasan terhadap masa depan pelajar sekaligus konsekuensi hukum yang dapat muncul apabila terlibat tindak pidana.
Para siswa juga diperingatkan agar tidak terjebak dalam pergaulan yang mengarah pada geng motor maupun kelompok berandalan yang berpotensi menyeret mereka ke dalam persoalan hukum.
“Para siswa juga diberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul apabila terlibat dalam tindak pidana, termasuk bagi pelaku yang masih berstatus sebagai anak di bawah umur,” ujar IPTU Trio Tirtana H.
Polisi juga mengingatkan para pelajar agar mampu menjaga disiplin dan ketertiban, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat beraktivitas di luar jam pelajaran.
Menurut IPTU Trio, pencegahan kenakalan remaja tidak akan efektif jika hanya mengandalkan kepolisian dan sekolah. Pengawasan keluarga menjadi benteng pertama dalam menjaga anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.
“Upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian maupun sekolah sendiri. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas, serta perubahan perilaku anak,” tegasnya.
Karena itu, Polsek Juntinyuat mendorong terbentuknya sinergi tiga unsur utama, yakni guru di sekolah, orang tua di rumah, dan kepolisian. Ketiganya diharapkan dapat memberikan pengawasan, nasihat, serta pendampingan secara berkelanjutan kepada para pelajar.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang bagi aksi tawuran, kejahatan jalanan, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Polsek Juntinyuat menegaskan bahwa kegiatan Police Goes to School bukan sekadar kegiatan seremonial. Edukasi dan pembinaan akan terus didorong sebagai langkah pencegahan agar generasi muda tidak kehilangan masa depan akibat keputusan sesaat.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas.
“Warga diimbau untuk segera menghubungi layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu di nomor WhatsApp 0819-9970-0110 atau Call Center Polri di nomor 110,” jelas AKP Tarno.
Pesan Polsek Juntinyuat tegas: masa depan pelajar terlalu berharga untuk dipertaruhkan dalam tawuran, geng motor, atau aksi kekerasan jalanan,(***)
