Januari 19, 2026
image - 2025-12-11T231519.728

bharindo.co.id Bandung,-  Untuk pertama kalinya dalam sejarah program deradikalisasi di Indonesia, tujuh faksi kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Jawa Barat secara serentak menyatakan Cabut Baiat Massal dan mendeklarasikan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi berlangsung khidmat di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Ketua Yayasan Prabu Foundation menyebut momentum tersebut sebagai langkah penting dalam memutus mata rantai radikalisme dan memperkuat kembali integrasi sosial mantan anggota NII.

“Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memutus mata rantai radikalisme dan memperkuat kembali integrasi sosial mantan anggota NII,” ujarnya.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Densus 88 Antiteror Polri, Polda Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta dukungan Bank BJB. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa para peserta memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang NII pada masa penjajahan tidak boleh dijadikan dasar untuk mendukung paham ekstremisme dewasa ini.

“Kami percaya teman-teman semua mempunyai pemikiran yang cerdas. Kita tahu sejarah NII adalah para pejuang penjajahan zaman Belanda,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan menolak ideologi ekstrem yang bertentangan dengan Pancasila.

“Saya yakin teman-teman semua di sini tetap pada negara NKRI. Kita semua menjaga, membangun demi NKRI,” ujarnya.

Puncak acara ditandai pembacaan deklarasi cabut baiat oleh perwakilan tujuh faksi NII, yang kemudian diikuti seluruh peserta. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan setia kepada NKRI, penghormatan bendera, serta penciuman Sang Merah Putih sebagai simbol kembali ke pangkuan negara.

Wakil Gubernur Jawa Barat memberikan apresiasi kepada para peserta yang berani meninggalkan ajaran lama dan memilih kembali kepada nilai-nilai kebangsaan.

“Kami memberikan apresiasi atas keberanian para mantan anggota NII yang secara terbuka memilih meninggalkan ajaran lama dan kembali kepada nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Pemprov Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program reintegrasi melalui pembinaan berkelanjutan. Sebagai bentuk penghargaan, Densus 88 AT Polri menyerahkan plakat kepada Wakil Gubernur atas dukungan pemerintah daerah selama proses deradikalisasi.

Kegiatan Cabut Baiat Massal ini menjadi bukti efektivitas pendekatan kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil dalam menangani ekstremisme. Keberhasilan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam membangun kembali kesetiaan warga kepada NKRI. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *