Categories: BNN

Kepala BNN Ingatkan Bahaya Narkoba Sintetis Berkedok Makanan dan Minuman

bharindo.co.id Jakarta,- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengingatkan para pelajar dan orang tua untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru berbahan sintetis kimiawi yang kini banyak dikemas menyerupai makanan dan minuman.

Menurut Suyudi, modus peredaran narkoba terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada bentuk konvensional seperti ganja, heroin, atau kokain. Saat ini, bandar narkoba membungkus zat terlarang dalam kemasan yang tampak menarik dan menyasar kalangan muda.

“Bandar narkoba tidak hanya menawarkan narkotika dalam bentuk konvensional, tetapi sekarang sudah dibalut dalam kemasan kekinian dengan bahan sintetis kimiawi,” ujar Kepala BNN, Selasa (16/12).

Ia menjelaskan, narkoba sintetis kimiawi tersebut dikenal dengan istilah new psychoactive substances (NPS). Secara global, jumlah jenis NPS telah mencapai lebih dari 1.300 varian, sementara di Indonesia tercatat sedikitnya 175 jenis.

“NPS di dunia jumlahnya sudah hampir 1.300 lebih, dan di Indonesia ada kurang lebih 175 jenis,” katanya.

Suyudi juga mengungkapkan adanya jenis narkotika bernama etomidate yang termasuk dalam golongan II dan sejatinya digunakan sebagai obat bius. Namun, zat tersebut disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam makanan ringan dan jajanan anak.

“Mereka memasukkan narkoba ke dalam kemasan permen, makanan ringan, cookies, bahkan ke minuman-minuman seperti happy water,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala BNN menuturkan bahwa peredaran narkoba tersebut kerap masuk melalui pergaulan, termasuk pergaulan digital. Menurutnya, penggunaan gawai dan media sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis anak-anak dan menjadi celah bagi sindikat narkotika.

“Tekanan gaya hidup akibat standar media sosial dan fenomena fear of missing out atau FOMO sering dimanfaatkan bandar narkoba. Rasa cemas, keinginan terlihat keren, atau sekadar ingin lari dari masalah menjadi celah yang digunakan sindikat,” jelasnya.

Suyudi menegaskan bahwa peredaran narkoba saat ini semakin masif dengan berbagai modus penyelundupan. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anaknya.

“Narkotika tidak pernah mengenal tempat, tidak mengenal usia, dan tidak mengenal latar belakang seseorang. Karena itu, semua pihak harus waspada,” pungkasnya. (ils78***)

adminbharindo

Recent Posts

Bos Narkoba Buronan Bareskrim Nekat Oplas Wajah demi Kabur! Kini Ganti Kewarganegaraan dan Bersembunyi di Malaysia

Jakarta, bharindo.co.id — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus memburu sosok buronan kelas kakap…

10 jam ago

KemenPPPA Desak Interpol Turun Tangan! Kasus Eksploitasi Seksual Anak Diduga Libatkan WNA Jepang Gegerkan Publik

Jakarta, bharindo.co.id — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong kepolisian untuk bekerja sama dengan…

10 jam ago

Jakarta Siaga! Belasan Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Jakarta, bharindo.co.id — Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 14.237 personel gabungan untuk mengawal dan melayani…

10 jam ago

Kemnaker Gandeng Unpad, Siapkan SDM Unggul Hadapi Gempuran Dunia Kerja Digital

Bandung, bharindo.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia…

10 jam ago

Gudang Bulog Ngawi Penuh! Polisi Pastikan Stok Beras dan Jagung Aman hingga Bertahun-Tahun

Ngawi, bharindo.co.id — Satgas Pangan Polres Ngawi turun langsung melakukan pengawasan dan pengecekan stok beras…

10 jam ago

El Nino 2026 Mengancam! Polda Sumsel dan Polri Siaga Hadapi Karhutla, Krisis Pangan hingga Ancaman Sosial

Palembang, bharindo.co.id — Polda Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El…

10 jam ago