Mei 19, 2026
image - 2026-05-19T202714.598

Ponorogo, bharindo.co.idSatlantas Polres Ponorogo mulai menerapkan teknologi smart glasses atau kacamata pintar dalam mendukung sistem penindakan pelanggaran lalu lintas elektronik di wilayah Bumi Reog, Senin (18/5/2026).

Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) guna meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus menekan angka pelanggaran lalu lintas, khususnya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma mengatakan, teknologi kacamata pintar digunakan petugas untuk merekam pelanggaran secara langsung saat patroli berlangsung.

Dengan perangkat tersebut, petugas dapat mendeteksi pelanggaran tanpa harus menghentikan kendaraan secara manual di lokasi.

“Jadi kita memanfaatkan teknologi dalam penindakan. Contohnya di Polres Ponorogo ini melakukan inovasi yaitu menggunakan smart glasses,” ungkap AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, Selasa (19/5/2026).

Kacamata pintar tersebut dipakai langsung oleh personel saat bertugas di lapangan sehingga proses pemantauan pelanggaran menjadi lebih fleksibel, cepat dan efektif.

Selain smart glasses, Satlantas Polres Ponorogo juga menerapkan sistem ETLE Handheld, yakni perangkat berbasis telepon genggam yang digunakan personel untuk mendata dan merekam pelanggaran lalu lintas secara langsung.

“Anggota menggunakan kacamata pintar ini sambil patroli,” tambahnya.

Melalui ETLE Handheld, petugas bahkan dapat langsung mencetak surat konfirmasi pelanggaran elektronik di lokasi.

Menurut AKP Dewo, mayoritas pelanggaran yang ditemukan di wilayah Ponorogo masih didominasi pengendara yang tidak menggunakan helm sebagaimana diatur dalam Pasal 291 ayat 1 dan 2.

“ETLE Handheld bisa print untuk dilakukan surat konfirmasi. Konfirmasi diberikan kepada pelanggar tersebut karena rata-rata di wilayah Ponorogo memang banyak melanggar pasal 291 ayat 1 dan 2 terkait tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Penerapan tilang elektronik tersebut dilakukan secara tentatif dan menyasar titik-titik rawan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah Ponorogo.

Polisi berharap penggunaan teknologi modern dalam sistem ETLE dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

“Karena memang penindakan seperti ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Jadi setiap waktunya tentatif menyesuaikan kegiatan-kegiatan yang rawan,” pungkasnya. (yds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *