PAMEKASAN, bharindo.co.id – Fenomena antrian kendaraan yang sangat panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Pamekasan kini menjadi polemik yang meluas di kalangan masyarakat. Rabu, ( 5/8/2026 )
Kondisi ini terjadi untuk jenis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun non-subsidi, meliputi Pertalite, Pertamax, dan Solar. Setiap harinya, warga harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah pengisian bahan bakar kendaraan mereka.
Antrian yang berlangsung berkepanjangan ini terlihat jelas sejak pagi hari hingga menjelang malam di hampir seluruh lokasi SPBU yang tersebar di berbagai kecamatan di Pamekasan.
Banyak pengendara dan pemilik kendaraan mengeluhkan waktu tunggu yang tidak sebentar, sehingga mengganggu aktivitas harian maupun pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat.
Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar di benak sebagian besar warga Pamekasan, mengapa hal ini bisa terjadi secara serentak dan berlangsung terus-menerus dalam waktu yang cukup lama.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen Pertama maupun instansi terkait mengenai penyebab berkurangnya pasokan atau pembatasan pengisian yang memicu antrian padat tersebut.
Warga berharap agar pihak berwenang segera menindaklanjuti masalah ini sehingga pasokan BBM dapat kembali lancar dan antrian panjang tidak lagi terjadi di SPBU-SPBU Pamekasan.
Masyarakat juga meminta adanya transparansi informasi mengenai ketersediaan stok agar keresahan yang dirasakan selama ini dapat terjawab dengan jelas.
Keterlambatan pengisian BBM tidak hanya merugikan secara waktu, tetapi juga berdampak pada biaya operasional warga yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah sehari-hari.
Semoga dalam waktu dekat, masalah kelancaran distribusi BBM di Pamekasan segera teratasi dan warga dapat kembali melakukan pengisian dengan tenang tanpa harus mengantre panjang.
(nmws***)
