Juli 21, 2024

Bharindo Gorontalo, – Banjir yang melanda   Kecamatan Biau dan Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara sudah mulai berangsur surut. Bahkan saat ini masyarakat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan material yang terseret banjir.

Meski demikian, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya pemulihan pasca bencana, karena diakui di Kecamatan Biau tepatnya di Desa Sembihingan terjadi bencana longsor.

“Daerah Tolinggula yang terkena banjir, Alhamdulillah sudah berangsur surut dan masyarakat sudah berada di rumah masing-masing,” jelas Kepala BPBD Gorontalo Utara, Sumitro Datungsolang, saat dikonfirmasi RRI, Jumat (8/3/2024).

Yang longsor itu, upaya kami berkoordinasi dengan pihak Balai jalan karena peralatan mereka masih berada di Kecamatan Sumalata, karena ada beberapa titik yang longsor di sana kami bersama Pj bupati dan teman-teman, dari kemarin peralatan dari Balai Jalan itu masih bekerja di daerah-daerah yang longsor,” kata Sumitro menambahkan.

Bencana yang terjadi di Kecamatan Tolinggula berdampak kepada 2.764 KK, 8.228 jiwa, dengan rincian Desa Tolinggula Pantai 453 KK, 1.618 jiwa, Desa Ilomangga 181 KK, 632 jiwa, Desa molangga 307 Kk, 1.118 Jiwa, Desa Tolinggula Tengah, 431 KK, 1.424 jiwa, Desa Tolite jaya 339 KK, 1.243 jiwa, Desa Tolinggula Ulu 354 KK, 1.273 jiwa, Desa Ilotunggula 473 KK, 1.738 Jiwa, Desa Limbato 226 KK, 800 Jiwa, Desa Papualangi terjadi longsor.

Sedangkan di Kecamatan Biau, terjadi longsor Desa sembihingan, sehingga memutus jalur transportasi darat di kawasan tersebut. Hingga sekarang BPBD Gorontalo Utara bersama pihak terkait dan masyarakat masih melakukan upaya pemulihan.

“Cuaca yang masih berpotensi hujan lagi, kami berharap tetap waspada yang berada di daerah-daerah bantaran sungai, rumah-rumah yang dekat dengan bantaran sungai, kemudian masyarakat yang dekat-dekat lereng gunung,” kata Kepala BPBD Gorontalo Utara. (dvs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.