Juni 20, 2024

Bharindo.co.id.Majalengka, – (29/2/2024). Di duga Sikap arogansi petugas keamanan sekolah SMAN 1 Sukahaji Kabupaten Majalengka mendapatkan perhatian yang serius dari beberapa insan media yang bertugas di wilayah kabupaten Majalengka.

Pasalnya kejadian beberapa hari yang lalu menimpa salah satu wartawan yang hendak melaksanakan tugasnya untuk menanyakan perihal terkait sekolah.
namun salah satu media online ingin menemui pihak kepala sekolah, tidak diberikan izin bertemu
dengan alasan sedang ada kegiatan di dalam bahkan wartawan yang bertugas di Majalengka itupun tak diberikan ruang tunggu hanya dibiarkan berdiri di luar pagar sekolah
selang beberapa waktu bisa masuk ke sekolah tersebut itu juga udah adu argumentasi dulu dengan nada tinggi dan ucapan yang dinilai kurang sopan sehingga berujung cekcok adu mulut antara wartawan media online dan sekuriti sekolah.

Menindak lanjuti kejadian minggu lalu (23/2/2024) , Bharindo.co.id coba menghubungi kepala sekolah SMAN 1 Sukahaji untuk meminta penjelasan terkait arogansi yang dilakukan pihak petugas keamanannya, namun ketika dihubungi melalui pesan whatss app tidak ada balasan bahkan hingga nomer WhatsApp wartawan Bharindo diblokir hingga sampai saat ini.

Karena nomor WhatsApp di blokir tim investigasi konfirmasi ke pihak kesiswaan saudara Ivan adzan Wahyudin agar bisa mempasilitasi ketemu dengan ibu kepala sekolah,
pak Ivan Adzam Wahyudin mengundang beberapa awak media upaya untuk mempertemukan langsung dengan kepala sekolah SMAN 1 Sukahaji untuk guna meluruskan kejadian yang dialami oleh awak media online berinisial (A) dengan pihak sekuriti dan menjelaskan perihal pemblokiran nomer Whatss app wartawan Bharindo.co.id.

Enok Debi Suharyani¬†selaku kepala sekolah SMAN 1 Sukahaji menjelaskan bahwa “Anggota keamanan kami adalah orang baru dilingkungan SMAN 1 Sukahaji, beliau sebelumnya bertugas sebagai sekuriti di pabrik jadi mungkin masih menerapkan SOP yang dipakai dilingkungan kerja sebelumnya.

Adapun gerbang pagar yang kami buat dengan ukuran besar dan tinggi itu untuk menjaga ketertiban pada saat KBM agar tidak ada siswa yang keluar masuk tanpa izin dan mencegah ada siswa lain di luar SMAN 1 Sukahaji yang ikut nongkrong dilingkungan sekolah kami .
memperketat keamanan di sekolah SMAN 1 sukahaji saya meniru dari Indramayu “.Ucapnya.

Dua pertanyaan yang dilontarkan awak media kepada kepala sekolah hanya dijawab satu pertanyaan, yaitu terkait sistem keamanan dan di duga tindakan arogan sekuriti yang menimpa wartawan media online berinisial (A ) Terkait pemblokiran nomer Whats App wartawan Bharindo, Enok Debi lebih banyak diam dan mengalihkan ke obrolan yang lainnya. Tidak melakukan pembicaraan lanjut untuk menyelesaikan permasalahan dengan awak media,
Enok Debi tergesa-gesa melakukan walk out dengan alasan ada janji dengan pihak lain di luar sekolah.

Menyikapi sikap kepala sekolah SMAN 1 Sukahaji yang dinilai menodai etika audensi dengan pihak lembaga dan awak media Bharindo, media jejak investigasi, media kabaran Jabar, media korupsi.id yang datang ke sekolah tersebut atas dasar undangan dan udah di bikin agenda sebelum nya karena beralasan kalau mau ketemu dengan ibu kepala sekolah SMAN 1 Sukahaji harus bikin agenda itu juga menurut informasi dari media yang datang ke sekolah tersebut .
Pihak media dan lembaga merasa kecewa dengan perlakuan kepala sekolah tersebut di tinggal begitu saja di ruangan untung saja pihak kesiswaan respon dengan baik melayani kami semua walau hasil pertemuan dengan kepala sekolah belum tuntas dan belum ada hasil atau keputusan yang pasti .

Tim investigasi akan konfirmasi ke dinas pendidikan provinsi Jawa Barat terkait di duga ada kejadian – kejadian di sekolah SMAN 1 Sukahaji . sejauh mana pembinaan dan pengawasan nya.( tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.