Maret 5, 2024

Bharindo Malang –  Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si., memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Kapolda pun memberikan prioritas untuk keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang ingin menjadi polisi.

“Kapasitas kami apabila ada dari keluarga yang ingin menjadi anggota polri akan kami prioritaskan,” jelas Kapolda setelah pelaksanaan doa bersama dengan 79 perwakilan keluarga korban Kanjuruhan, Kamis (23/11/23).

Kapolda pun menyampaikan bahwa bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang ingin masuk polisi, akan mendapat pengawalan dan bantuan pelatihan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan mereka bisa bersaing dengan peserta lain saat melakukan tes untuk masuk polisi.

“Mudah-mudahan itu nanti akan kita kawal dan latih. Supaya bisa bersaing dengan peserta yang lain untuk menjadi anggota polri. Tentunya persyaratan dan tata cara yang sudah ada nanti coba kita dalami. Ketika ada yang memenuhi standar akan kita prioritaskan,” jelasnya lebih lanjut.

Jenderal Bintang Dua itu pun menjelaskan, tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 itu merupakan musibah yang tidak inginkan semua orang. Ia pun mengungkapkan duka cita amat mendalam ke keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

“Kejadian Kanjuruhan, semuanya tidak menginginkan (Terjadi). Indonesia berduka, semuanya berduka dan itu adalah ujian yang diberikan oleh Allah SWT supaya kita lebih kuat, supaya kita bisa menjadi satu lagi, supaya kita bisa berbenah lebih baik lagi,” tambahnya.

Mantan Kapolda Kaltim itu pun berharap silaturahmi antara instansi kepolisian dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan akan terus terjaga dengan baik. Salah satunya lewat pertemuan doa bersama yang digelar di Kota Batu tersebut.

“Dalam kesempatan ini kami juga memberikan bantuan sebagai bentuk tali asih. Ini semua sebagai sarana untuk membangun hubungan lebih baik lagi antara kepolisian dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” tutupnya. (imm***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.